YARA Minta Polisi Tertibkan Penimbun Limbah Tambang Emas di Aceh Selatan

YARA Minta Polisi Tertibkan Penimbun Limbah Tambang Emas di Aceh Selatan
Karung berisi tanah limbah tambang emas yang ditimbun di Pelabuhan Tapaktuan.

TAPAKTUAN, METROPOLIS.ID Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Kabupaten Aceh Selatan, menemukan ratusan karung berisi tanah bekas limbah tambang emas di pelabuhan Tapaktuan, Aceh Selatan.

YARA menduga, limbah tersebut diambil dari tambang emas di wilayah Aceh Selatan, dan akan dikirim ke luar melalui jalur laut.

Ketua YARA Perwakilan Aceh Selatan, Miswar, SH mengatakan, limbah emas di pelabuhan Tapaktuan itu diduga tidak memiliki izin dan melanggar Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Maka dalam hal ini daerah yang dirugikan, akibat tidak ada kewajiban pajak dan retribusi lain,’ katanya.

Untuk itu, kata dia, YARA meminta Kepolisian Daerah (Polda) Aceh untuk memproses hukum penimbun dan pemodal yang sudah beberapa hari menumpuk limbah tambang emas tersebut di pelabuhan Tapaktuan.

Selain itu, pihaknya juga meminta Bupati Aceh Selatan untuk menertibkan penimbunan atau pengiriman limbah emas ilegal tersebut.

“Jangan sampai pelabuhan dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Ini sudah menjadi kewajiban pemerintah dan aparat keamanan di Aceh Selatan," katanya.

Rubrik:Aceh Selatan