WH Nagan Raya Selesaikan Kasus Senam Zumba, Pelaku Minta Maaf

WH Nagan Raya Selesaikan Kasus Senam Zumba, Pelaku Minta Maaf

SUKA MAKMUE, metropolis.id Jajaran Polisi Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Nagan Raya, Rabu (13/1/2021) menggelar penyelesaian kasus senam Zumba di Komplek Perkantoran Suka Makmue yang belakangan viral di media sosial.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Kabupaten Nagan Raya, turut dihadiri Kadiskominfotik, Said Amri, Ketua MPU, Tgk Hasbul Iman, serta Kabid Penegakan Perda dan Syariat Islam beserta para penyidik WH lainnya.

Kasatpol PP dan WH, Bukhari mengatakan, pelaku senam Zumba yang dilakukan di dua lokasi berbeda yakni di Taman Ratu Balqis dengan latar belakang Tugu Buah Naga dan di Alun-Alun Suka Makmue, telah melanggar Qanun Nomor 11 Tahun 2002.

Menurut Bukhari, para pelaku telah mengambil inisiatif sendiri dan tanpa paksaan untuk hadir di kantor Satpol PP dan WH guna membuat pernyataan maaf kepada pemerintah dan masyarakat sekaligus dilakukan pembinaan.

"Kami atas nama penegak qanun memberikan apresiasi kepada pelaku atas kesadaran sendiri mau mengakui kekeliruannya, kata Bukhari melalui rilis yang diterima metropolis.id.

Pada kesempatan tersebut, pelaku senam Zumba yang berjumlah 3 orang di Taman Ratu Balqis dan 6 orang di Alun-Alun Suka Makmue, mengakui kekeliruannya dan meminta maaf kepada pemerintah setempat dan masyarakat Nagan Raya dan tidak mengulangi perbuatannya serta menandatangani pernyataan tertulis.

"Kami mengaku telah bersalah dan melanggar Qanun Syariat Islam Nomor 11 Tahun 2002 pasal (13) dan (23) tentang busana muslim. Untuk itu, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Nagan Raya khususnya dan kepada masyarakat Nagan Raya pada umumnya serta bertaubat kepada Allah SWT. Kami sangat menyesal atas perbuatan tersebut dan berjanji tidak akan mengulangnya lagi dan jika nantinya terulang kembali, maka kami siap menerima hukuman sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ungkap pelaku saat membacakan surat pernyataan permohonan maaf.

Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kabupaten Nagan Raya, Tgk Hasbul Iman saat memberikan tausiyah singkat kepada para pelaku pelanggar Qanun Syariat Islam mengatakan, para pelaku dengan jiwa besar mengakui kekeliruannya.

"Pelaku telah mengakui sekaligus memohon maaf. Kita minta agar kiranya ke depan bisa menjadi pelopor penegakan Syariat Islam di Kabupaten Nagan Raya," ucapnya.

Rubrik:Nagan Raya
Iklan bireuen