Warga Suak Puntong Tolak Pembayaran Lahan dan Bangunan, Minta Taksiran KJPP Ditinjau Ulang

Warga Suak Puntong Tolak Pembayaran Lahan dan Bangunan, Minta Taksiran KJPP Ditinjau Ulang
ILUSTRASI NET

SUKA MAKMUE, METROPOLIS.id | Sejumlah masyarakat yang terkena proses ganti rugi tanah dan rumah di Dusun Gelanggang  Merak Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya menolak hasil taksir tim Kantor Jasa dan Penilai Publik (KJPP).

Mereka pun menyurati tiga perusahaan dan meminta ditinjau ulang taksiran harga tanah dan bangunan.

Surat masyarakat atau pemilik tanah dan bangunan itu ditujukan ke PLTU 1-2, PLTU 3-4, dan PT Mifa Bersaudara.

Surat yang ditandatangani oleh Geuchik Suak Puntong, Samsul Bahri; Tuha Peut, Zainal Abidin; Kadus Gelangang Merak, Muchlis, dan Ketua Pemuda, Rendi Ilham juga ditembuskan ke Bupati Nagan Raya, Kadis Lingkungan Hidup, Dandim, Kapolres, dan Camat Kuala Pesisir serta KJPP.

Dalam surat tertanggal 16 Mei 2020 dengan Nomor 106/SP/NR/V/2020 itu, masyarakat secara tegas mengatakan belum menerima hasil KJPP, lantaran harga yang terlalu rendah dan nilai yang berbeda satu sama lain.

"Kami menolak dan meminta meninjau ulang,” kata Muklis, salah seorang warga yang terkena proses ganti rugi, Jumat (22/5/2020).

Kata dia, total ada 36 KK atau pemilik rumah yang masih belum menerima hasil KJPP.

“Harga tanah dan bangunan sangat rendah dan tidak sesuai,” katanya.

Rubrik:Nagan Raya
PT SBA