PT SBA HUT metropolis

Warga Nagan Raya Keluhkan Tumpahan Batu Bara dari Kapal Tongkang

Warga Nagan Raya Keluhkan Tumpahan Batu Bara dari Kapal Tongkang

SUKA MAKMUE, METROPOLIS.id Warga Desa Lhok, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, meminta pihak perusahaan segera memindahkan atau mengevakuasi kapal tongkang yang terdampar di dekat desa mereka.

Mereka takut, tumpahan batu bara dari tongkang tersebut bisa mempengaruhi tangkapan nelayan di wilayah itu.

“Kalau tidak segera ditarik, bisa mencemari laut,” kata Sekretaris Desa Lhok, Idrus, Rabu (29/7/2020).

Menurut Idrus, sebagian besar masyarakat di desanya itu berprofesi sebagai nelayan. Jika kondisi laut tercemar, kata dia, dikhawatirkan akan berdampak pada perekonomian warga.

“Untuk itu kita meminta pihak perusahaan segera mengevakuasi dan membersihkan tumbahan batu bara yang mulai mencemari laut,” katanya.

Segera Evakuasi

Diketahui, sebuah kapal tongkang pengangakut batu bara terhempas ombak dan terdampar di kawasan Pantai Kuala Pesisir Desa Lhok, Nagan Raya.

Kapal tongkang itu diketahui terhempas ombah akibat cuaca buruk pada Senin kemarin (27/7/2020).

Saat ini, posisi kapal tongkang tersebut nyaris terbalik. Sebagian material batu bara terlihat tumpah dan mencemari bibir pantai Kuala Pesisir.

Kapal tongkang itu belakangan diketahui milik PT Adi Guna Putra. Ribuan ton batu bara itu rencananya akan dipasok ke PLTU Nagan Raya.

Staf PT Adi Guna Putra, Robi Arfanda mengatakan, pihaknya akan segera melakukan evakuasi terhadap kapal tongkang yang terdampar akibat cuaca buruk tersebut.

“Kita akan evakuasi dengan menarik menggunakan kapal lain,” kata Robi saat meninjau lokasi, Rabu (29/7/2020).

Robi mengakui, jika sebagian material batu bara itu tumpah ke laut akibat posisi tongkang yang miring.

“Ada tumpah, cuma tidak banyak. Kalau jumlah pasti batu bara yang tumpah kita tidak tahu, karena harus dihitung oleh ahli,” katanya.

Rubrik:Nagan Raya
DPRK ABES HUT METROPOLIS
Pemkab Asel hut metropolis
PUPR ACEH BARAT HUT METROPOLIS
IKLAN PLN