Lebaran SBA

Diduga Merusak Rumah Tangga Orang Lain

Warga Desa Mata Ie Minta Bupati Aceh Selatan Copot Kades

Warga Desa Mata Ie Minta Bupati Aceh Selatan Copot Kades
Warga bersama perangkat desa saat musyawarah mendesak pencopotan Kepala Desa Mata Ie, Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan.(Foto: IST)

Metropolis.id Warga Desa Mata Ie, Kecamatan Pasie Raja, meminta Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran, segera mencopot kepala desa mereka dari jabatannya.

Permintaan itu disampaikan warga melalui perangkat desa setempat terkait dengan dugaan perselingkuhan oknum kepala desa berinisial JU, dengan wanita yang telah bersuami.

Ketua Tuha Peut Gampong Mata Ie, Tgk Murdani dikonfirmasi metropolis.id membenarkan desakan pencopotan JU sebagai kepala desa.

Kata dia, desakan pencopotan JU dilakukan warga dalam rapat yang berlangsung pada Rabu lalu, 14 April 2021. Rapat itu, kata dia, dihadiri oleh warga dan sejumlah perangkat desa setempat.

“Keuchik (kepala desa) diduga telah merusak atau menganggu rumah tangga orang lain yang berakibat hilang marwah dan nama baik Gampong Mata Ie. Untuk itu warga meminta agar kepala desa segera dicopot dan diberikan sanksi adat,” kata Tgk Murdani, Senin malam (3/5/2021).

Terkait dengan tuntutan warga dan tokoh masyarakat setempat, kata dia, perangkat tuha peut telah menindaklanjutinya.

 “Hasil atau rekomendasi rapat terkait tuntutan warga ini telah kita serahkan ke Pemerintah Aceh Selatan untuk diproses sesuai ketentuan,” katanya.

Kabag Pemerintahan Setdakab Aceh Selatan, Drs Agusman Yasri, dikonfirmasi metropolis.di membenarkan jika warga Desa Mata Ie meminta agar kepala desa mereka dicopot dari jabatannya.

Saat ini, kata dia, tuntan warga tersebut sudah dalam proses penyelidikan pihaknya. Beberapa saksi dan pihak terkait sudah dipanggil untuk dimintai keterangan.

"Sedang dalam proses pemeriksaan," katanya, Selasa (4/5/2021).

Sementara itu, JU yang dikonfirmasi metropolis.id enggan berkomentar banyak terkait tudingan warga. JU juga membantah tuduhan yang dialamatkan kepadanya tersebut.

 “Tidak benar, ini adalah fitnah,” kata JU ketika dikonfirmasi via sambungan selular Senin (3/5/2021).

Persoalan tersebut, kata dia, saat ini sedang dalam proses di tingkat kabupaten.

“Kita tunggu saja hasil keputusan Pemerintah Aceh Selatan,” katanya.

Rubrik:Aceh Selatan