Ungkap Kasus Narkoba, BNN Aceh Sita 8,38 Kg Sabu dan 10.000 Butir Ekstasi dari Dua Tersangka

Ungkap Kasus Narkoba, BNN Aceh Sita 8,38 Kg Sabu dan 10.000 Butir Ekstasi dari Dua Tersangka
ILUSTRASI barang bukti sabu dan ekstasi. (Liputan6.com/M Syukur)

BANDA ACEH, METROPOLIS.ID Tim gabungan BNN Aceh dan Polda Aceh berhasil mengungkap peredaran gelap narkoba jenis sabu dan ekstasi dalam jumlah besar.

Tak tanggung-tanggung, petugas berhasil mengamankan 8 kg lebih sabu dan ribuan pil ekstasi, dari dua tersangka.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Aceh, Drs. Heru Pranoto, M.Si dalam konfrensi pers, Selasa (13/10/2020) mengatakan, dalam pengungkapan ini petugas gabungan berhasil menyita sabu seberat 8.382,52 gram dan 10.000 butir pil ekstasi.

Selain menyita barang bukti, petugas juga menangkap dua tersangka berinisial R (30) dan Z (19), warga Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara.

“Kedua tersangka ditangkap di dua lokasi terpisah,” kata Heru.

Pengungkapan kasus narkotika ini, kata dia, berawal dari informasi yang diterima BNN Aceh tentang adanya peredaran gelap narkotika di wilayah Provinsi Aceh yang dilakukan oleh jaringan Z di wilayah Aceh Timur.

Selanjutnya, tim BNNP Aceh bersama tim Polda Aceh melakukan penyelidikan di wilayah Idi Rayeuk, Aceh Timur. Pada hari Kamis, 17 September 2020, sekitar pukul 22.00 WIB, tim melakukan penangkapan terhadap tersangka R yang sedang mengendarai sepeda motor jenis N Max di Jalan Medan-Banda Aceh tepatnya di Desa Seneubok Barat, Kecamatan Idi Timur, Aceh Timur.

“Namum tersangka berhasil melarikan diri dan meninggalkan sepeda motor. Kemudian tim melakukan penggeledahan dan ditemukan 8 bungkus sabu seberat 8.382,52 gram yang terbungkus dengan bungkusan merk teh china di dalam jok motor. Ada 6 bungkus (10.000) butir pil ekstasi yang diletakkan di bagian depan motor yang ditinggalkan oleh tersangka R,” katanya.

Petugas gabungan pun melakukan pengejaran terhadap tersangka R.

“Pada hari Jum’at (18 September 2020) sekira pukul 04.00 WIB, tim mendapatkan informasi tersangka R berada di Lhokseumawe. Tim pun melakukan pengejaran dan berhasil menangkapnya di depan Rumah Sakit Umum Cut Meutia Lhokseumawe,” katanya.

Dari pengakuan R, petugas mendapat informasi jika barang haram itu milik tersangka Z.

“Selanjutnya pada hari Sabtu (19/10/2020) diperoleh informasi bahwa Z berada di Kota Medan. Tim melakukan pengejaran dan menangkapnya di Warung Nasi di Jl. Hasanuddin Kota Medan Kecamatan, Medan Poloni. Dalam kasus ini ada satu tersnagka yang ditetapkan sebagai DPO,” tambahnya.

Selain mengamankan barang bukti sabu dan ekstasi, petugas juga mengamankan satu unit Sepeda Motor Yamaha N Max, hand phone dan stu unit mobil Honda HRV.

Peran masing–masing tersangka:

Herung mengaungkapkan, dalam kasus ini kedua tersangka memiliki peran dan tugas masing-masing.

Tersangka R berperan sebagai yang menjemput dan membawa sabu dan ekstasi. Sementara Z selaku pengedali dan penghubung antara R dengan TS yang kini masuk dalam DPO.

Atas perbuatannya, mereka dijerat Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 115 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan hukuman 20 tahun, seumur hidup, atau hukuman mati.

Rubrik:Hukum