Tunggakan Pajak Galian C Capai Miliaran Rupiah, Dewan Bakal Panggil Rekanan Tol Sibanceh

Tunggakan Pajak Galian C Capai Miliaran Rupiah, Dewan Bakal Panggil Rekanan Tol Sibanceh
Tol Sibanceh.(Foto: okezone.com)

JANTHO METROPOLIS.id Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar bakal memanggil pihak rekanan proyek pembangunan jalan tol ruas Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) untuk membahas tunggakan pajak galian C.

Hal itu mencuat dalam hearing Komisi III DPRK Aceh Besar dengan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Aceh Besar, Kamis kemarin (26/6/2020).

Hearing dibuka langsung Ketua Komisi III Firdaus Armia. Hearing bersama BPKD Aceh Besar diikuti Wakil Ketua Komisi III, Khubbie El Risal, SH; Sekretaris Syahrizal, serta Zulfahmi, SP dan Mustafa sebagai anggota. Sementara dari BPKD, hearing dihadiri oleh Kepala BPKD Arifin, Kabid PAD Hadi Ichsan, SE., M.Si.

Komisi III DPRK Aceh Besar saat hearing dengan BPKD Aceh Besar.(Foto:IST)

Dalam hearing tersebut, kata Firdaus, BPKD menjelaskan telah menagih pajak mineral bukan logam dan bebatuan atau pajak galian C dalam perkerjaan, namun belum tuntas, ungkapnya.

“Pajak yang telah dibayar Rp10,5 miliar akhir Juni 2019 dan masuk ke kas daerah, diperoleh dari dua segmen yaitu segmen 4 dan segmen 3 proyek tol. Padahal pembangunannya 5 segmen di Aceh Besar,” kata Firdaus, Jumat (27/6/2020).

Di segmen 4, kata dia, total pajak Rp24 miliar namun baru dibayar oleh pihak rekanan Rp7 miliar. Sementara segmen 3 total pajak Rp28 miliar dan telah dibayar Rp3,5 miliar.

“Artinya masih banyak sekali minus pajak galian C yang belun distor oleh rekanan proyek tol Sibanceh kepada daerah,” ujarnya.

“Kita telah mendengar paparan dari BPKD dan Komisi III berkomitmen dalam pengawasan dan pengelolaannya.”

Pihaknya, sambung Firdaus, akan memanggil rekanan proyek tol dalam waktu dekat guna meminta keterangan lebih jelas dan detail.

“Pemerintah, legislatif harus fokus mengenai pajak galian C ini agar pembangunan Aceh Besar terbantu dengan PAD tersebut”, kata Firdaus Armia.

Sebagai landing sektor keuangan daerah, Komisi III berharap PAD dari pembangunan jalan Tol dapat digunakan maksimal.

“Minus anggaran daerah karena refocusing untuk penanganan Covid-19 mungkin bisa tertutupi sedikit dengan PAD jalan tol,” katanya.

Diketahui tol yang menghubungkan Kota Sigli dan Banda Aceh ini terdiri dari 6 seksi, yaitu segmen 1 Padang Tiji-Seulimum sepanjang 24,3 kilometer; segmen 2 Seulimum-Jantho sepanjang 7,6 kilometer; segmen 3 Jantho-Indrapuri sepanjang 16 kilometer.

Kemudian segmen 4 Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 13,5 kilometer; segmen 5 Blang Bintang-Kuta Baro sepanjang 7,7 kilometer, dan segmen 6 Kuto Baro-Baitussalam sepanjang 5 kilometer dengan total panjang 74 Kilometer.

Rubrik:Aceh Besar