Tenaga Kesehatan di Aceh Tamiang Siap Divaksin

Tenaga Kesehatan di Aceh Tamiang Siap Divaksin
Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang, Ibnu Azis.

KUALA SIMPANG, metropolis.id Sebanyak 2.412 tenaga kesehatan di Kabupaten Aceh Tamiang, saat ini telah terdata dan siap untuk dilakukan penyuntikan vaksin Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tamiang Ibnu Azis mengatakan, dari jumlah total keseluruhan, sudah 2.318 orang nakes yang saat ini telah menerima kontak pemberitahuan. Sementara 94 nakes lainnya masih menunggu pemberitahuan atau belum menerima kontak.

Namun, untuk melaksanakan suntik vaksin terhadap para nakes tersebut, pihak Dinas Kesehatan setempat mengaku masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

"Kalau persentasenya yang sudah terdata untuk divaksin saat ini sebanyak 96 persen," kata Kadis Kesehatan Aceh Tamiang, Ibnu Azis ketika ditemui metropolis.id, Rabu (13/1/2021).

Azis menyebutkan, tenaga kesehatan di Aceh Tamiang yang siap untuk divaksin terdiri dari tenaga medis yang bertugas di seluruh Puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), dan Rumah Sakit Umum swasta yang ada di kabupaten setempat.

"Mudah-mudahan seluruh nakes yang telah terdata tersebut siap untuk divaksin di tahap awal ini," katanya.

Seperti diketahui, Pemerintah RI melalui Kementerian Kesehatan telah membuat jadwal pelaksanaan sebanyak 4 tahap dalam penerima vaksin. Kemenkes juga menetapkan 4 tahapan prioritas penerima vaksin.

Untuk tahap satu dan tahap 2, akan dilaksanakan selama rentang waktu Januari hingga April 2021, sedangkan tahap tiga dan tahap empat akan dilaksanakan pada April 2021 hingga Maret 2022.

Namun, kata Azis, untuk Kabupaten Aceh Tamiang, akan menyesuaikan jadwal dan instruksi dari pemerintah Provinsi Aceh. Meskipun nantinya jadwal itu akan sedikit bergeser dari jadwal yang di tetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Selain itu, Azis menilai pemberian vaksin Covid-19 kepada para nakes untuk tahap pertama ini sudahlah tepat. Sebab, menurutnya tenaga medis paling tinggi tingkat risikonya terpapar Covid-19, karena tingkat interaksi mereka dengan manusia lebih sering. Bahkan, manusia yang mereka hadapi tersebut adalah mereka yang sedang dalam kondisi tidak sehat (sakit).

Selain itu, menurut Azis, tujuan utama dilakukan vaksinasi terlebih dahulu terhadap para nakes di masa pandemi, yakni untuk menciptakan kekebalan komunitas atau herd immunity terhadap mereka.

"Jadi, dalam hal ini pemerintah sudah tepat jika nakes menjadi rule model untuk dilakukan vaksin terlebih dahulu. Sebab mereka merupakan garda terdepan dalam penanganan Covid-19," katanya.

Sehingga, kata dia, para nakes nantinya dalam bekerja akan merasa lebih aman dan nyaman, karena tubuh mereka telah memiliki anti-body atau penangkal.

"Pada dasarnya mereka tidak akan pernah mengetahui secara pasti setiap pasien yang datang, apakah mereka terpapar Covid atau tidak. Karena, seseorang baru dapat diketahui penyakit yang dideritanya setelah dilakukan pemeriksaan atau identifikasi terlebih dahulu," kata Azis.

Pihaknya saat ini sudah menyiapkan sebanyak 32 tenaga medis khusus yang akan bertugas melakukan vaksinator.

"Untuk tim Vaksinator saat ini sudah siap. Mereka hanya tinggal menunggu perintah untuk melakukan sosialisasi dan simulasi terkait pelaksanaan penyuntikan vaksin Covid-19," ujarnya.

Rubrik:Aceh Tamiang
Iklan bireuen