Tanpa Perhatian Pemerintah, Warga di Pidie Kumpulkan Dana Bangun Jalan Sendiri

Tanpa Perhatian Pemerintah, Warga di Pidie Kumpulkan Dana Bangun Jalan Sendiri
Warga mendatangkan alat berat untuk memperbaiki sendiri jalan rusak.

Sigli, metropolis.id Merasa kesal, warga Kemukiman Kunyet, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, dengan suka rela mengumpulkan dana untuk merehab jalan penghubung di wilayah mereka.

Warga mengumpulkan sumbangan untuk memperbaiki jalan sepanjang tujuh kilometer yang tak kunjung diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Pidie.

Kepala Imum Mukim, Kunyet, Khalidin kepada wartawan,  Kamis (1/4/2021), mengaku tindakan yang dilakukan warga secara spontan dan sukarela setelah warga mengetahui bahwa pada Tahun Anggaran (TA) 2021, lagi-lagi jalan Kunyet-Kota Kecamatan Padang Tiji tidak dialokasikan dana dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Pidie 2021.

Seharusnya, jalan tersebut penangananya menjadi kewenagan Pemkab Pidie. Lebih lagi, warga Kemukiman Kunyet sudah menahun mengeluhkan dengan persoalan jalan rusak, serta telah lama pula penduduk di sana berjibaku melewati ruas jalan yang berlubang dan berdebu.

Khalidin mengaku, kerusakan ruas jalan Kunyet telah berlangsung lama dan terakhir jalan itu diaspal tahun 1986 dan sampai saat inj belum tersentuh pembangunan.

“ Dampak dari buruknya jalan ini, selain membahayakan para pengguna jalan yang melintas. Dan, seingat kami sudah tiga kali ibu hamil yang terpaksa melahirkan di jalan ini” kata Khalidin disela-sela memantau alat berat yang sedang memperbaiki jalan tersebut, Kamis (1/4/2021).

Kerusakan jalan itu, kata dia, menyebabkan aktivitas ekonomi masyarakat menjadi terhambat, karena Kemukiman Kunyet yang berada jauh di pedalaman, dan letaknya persis di kaki gunung Seulawah Dara.

Mereka mayoritas berprovesi sebagai petani kebun dan sawah. Karena berada jauh di pedalaman yang berbatasan dengan Kabupaten Aceh Besar, maka warga Kemukiman Kunyet, mereka merasa dianak tirikan oleh Pemkab Pidie.

“APBK-P 2020 pembangunan jalan ini sudah ditender dan sudah ada pemenang tender dengan nilai sekira Rp 2,5 miliyar, kemudian disanggah karena tidak cukup waktu alasanya. Dan sekarang dijanjikan lagi akan diusulkan pada APBK-P 2021. Karena itulah sekarang kami kumpul dana, ada yang menyumbang padi, untuk membangun jalan ini kembali” kata Khalidin.

Sebelumnya Kabid Kabid Bina Marga, PUPR Kabupaten Pidie Ali Basyah, membenarkan jika ruas jalan Kunyet-Padang Tiji pada tahun 2020 sudah dianggarkan dalam APBK 2020, namun gagal kerjakan kendati proyek tersebut telah ditender.

 “Jadi tidak bisa dianggarkan dalam program reguler 2021.  Karena itu akan dianggarkan kembali pada APBK –P 2021” kata Ali Basyah.

Rubrik:Pidie
demokrat