Breaking News

Tanah Wakaf Belum Diganti Rugi, Warga Indrapuri Blokir Proyek Jalan Tol Banda Aceh-Sigli

Tanah Wakaf Belum Diganti Rugi, Warga Indrapuri Blokir Proyek Jalan Tol Banda Aceh-Sigli

JANTHO, METROPOLIS.id | Ratusan masyarakat dari lima desa di Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar memblokir lahan proyek Tol Banda Aceh-Sigli Minggu (3/11/2019).

Pemblokiran lahan proyek tol ini dilakukan karena sejumlah bidang tanah wakaf yang semula digunakan untuk masjid, belum juga diberikan ganti rugi oleh pemerintah.

Ratusan warga bersama tokoh desa memblokir lahan proyek tol tersebut dengan memasang pagar dan kayu.

Warga juga memasang sejumlah spanduk pemberitahuan bertulis "Mohon maaf untuk sementara lokasi ini kami tutup. Bayar dulu baru lanjut!! Jalan Tol Banda Aceh Sigli".

Mahya Zakuan, SAg, mantan Geuchik Gampong Lampanah, Kecamatan Indrapuri kepada METROPOLIS.id mengatakan, dari tiga bidang tanah dengan luas mencapai 7000 meter, hingga kini belum satu pun diganti rugi oleh pemerintah.

"Pada hal tanah milik masyarakat lain yang terkena proyek jalan tol sudah dibayar beberapa bulan lalu," kata Mahya.

Sebelumnya, kata dia, antara panitia pembebasan lahan tol Banda Aceh-Sigli sudah beberapa kali melakukan pertemuan dengan tokoh desa dan panitia masjid untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Bahkan, pemerintah telah berjanji untuk membayarnya. Namun, hingga kini pemerintah belum juga merealisasinya, sehingga masyarakat kesal.

"Karena belum mendapat ganti rugi, masyarakat dan panitia masjid sepakat untuk memblokir lahan tersebut hingga proses pembayaran dilakukan," katanya.

Kata dia, masyarakat berharap agar persoalan tersebut dapat segera diselesaikan. Apa lagi, katanya, masyarakat sudah melengkapi semua persyaratan yang dibuat oleh pemerintah untuk proses pembayaran lahan tersebut.

"Masyarakat juga sudah menyiapkan lahan untuk di-ruislag (tukar guling). Tapi hingga kini ada satu penyelesaian soal ini. Total ganti rugi mencapai Rp 700 juta," katanya.

Rubrik:Aceh Besar