PT SBA HUT metropolis

Tak Rampung Dibangun 2018, Kantor BPM Aceh Tamiang Kini Mangkrak

Tak Rampung Dibangun 2018, Kantor BPM Aceh Tamiang Kini Mangkrak

KUALA SIMPANG, METROPOLIS.id | Pembangunan kantor Badan Pemperdayaan Masyarakat (BPM) Aceh Tamiang rupanya belum menghasilkan gedung pelayanan publik yang maksimal.

Bangunan yang dibangun pada 2018 lalu itu kini mangkrak. Proyek tersebut hanya rampung hingga dinding, belum ada rangka baja dan atapnya.

Pantauan METROPOLIS.id, bangunan tersebut kini mulai ditutupi semak belukar. Tumbuhan liar di areal gedung mulai merambat dan menutupi dinding bagunan.

Bahkan, beberapa bagian kini mulai mengalami kerusakan kecil. Seperti terlihat pada bagian dinding dan kusen yang mulai lapuk akibat terkenal hujan dan panas.

Kepala BPM Aceh Tamiang, Drs. Tri Kurnia dikonfirmasi wartawan mengaku tidak mengetahui penyebab mangkraknya bangunan tersebut.

Menurutnya, pembangunan kantor itu secara teknis semuanya ada pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Aceh Tamiang.

“Perencanaan awal memang kita, tapi untuk kelanjutan pembangunannya secara teknis Dinas PUPR,” katanya.

Tri Kurniawan juga mengaku tidak mengetahui pasti jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk merampungkan bangunan itu.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Aceh Tamiang melalui Kabid Cipta Karya, Wan Julham saat dikonfirmasi mengatakan, mangkraknya proyek kantor BPM itu akibat tidak dianggarkan pada tahun 2019 ini.

Ia juga mengaku tidak faham ihwal tidak dianggarkannya dana untuk proyek tersebut.

“Masalah anggaran tersebut merupakan kewenangan Tim Anggaran Pembangunan Kabupaten (TAPK), tim tersebut diketuai oleh Pak Sekda, masa itu Sekdakab dijabat pak Ir. Rajuardi,” katanya.

"Intinya, saya tidak tahu kenapa pembangunan gedung itu tidak dilanjuti pada tahun 2019 ini, tapi tahun 2020 ini pembangunan tersebut sudah kita anggarkan.

Terbengkalai bagun tersebut mendapat sorotan dari Ketua Balai PWI Aceh Tamiang Syawaluddin.

"Kalau dibilang devisit anggaran di tahun 2019 ini, jelas tidak masuk akal dan bukan itu alasannya bagi Pemkab Aceh Tamiang," kata Syawaluddin.

Sebab, katanya lagi, dari tahun 2018 hingga 2019 ini Pemkab Aceh Tamiang diketahui telah menggelontorkan dana APBK puluhan miliyar kepada intansi vertikal.

“Saat ini kami bersama rekan-rekan media lainnya, lagi mengumpul data dan bukti-bukti terkait mangkraknya sejumlah bangunan perkantoran di Kabupaten Aceh Tamiang, termasuk bangunan kantor BKPP SDM.  Kami bukan mencari siapa salah dan siapa benar, kami melakukan panggilan tugas jurnalistik sebagai sosial kontrol (mengawasi) dan menyapaikan informasi sebaik-baiknya sesuai fakta," jelas Syawaluddin.

Rubrik:Daerah