Breaking News

Tak Dilibatkan, Pemilik dan Sopir Truk Hadang Mobil Pengangkut Material Jembatan di Subulussalam

Tak Dilibatkan, Pemilik dan Sopir Truk Hadang Mobil Pengangkut Material Jembatan di Subulussalam

SUBULUSSALAM, METROPOLIS.id | Puluhan sopir dan pemilik dump truk di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam berkumpul di depan SMKN Sulatan Daulat, Kampong Pulo Kedep, Selasa (19/11/2019).

Mereka menghentikan truk fuso pengangkut material jembatan yang melintas di jalur Sultan Daulat menuju lokasi pembangunan jembatan di Kampong Dah, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam.

Koordinator aksi, Sayam mengatakan, aksi penghadangan itu mereka lakukan karena pihak rekanan tidak melibatkan truk lokal dalam mengangkut material pembangunan jembatan yang terdapat di Kecamatan Runding.

Seharusnya kata Sayam, kehadiran pembangunan itu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dengan cara menggunakan mobil angkutan masyarakat setempat.

"Kita di sini masyarakat punya armada yang bisa angkut material pembangunan jembatan, masak enggak diajak kita untuk bekerja," keluh Sayam.

Alasan lain, kata Sayam, masyarakat juga mengeluhkan jenis mobil Fuso yang digunakan kontraktor untuk mengangkut material pasir dan batu lantaran tidak sesuai dengan kapasitas jalan yang ada. Sehingga berakibat rusaknya jalan yang dibangun oleh pemerintah setempat.

Atas dasar itu,  Ia bersama pemilik angkutan dump truck lainnya meminta kepada perusahaan atau kontraktor untuk memanfaatkan mobil masyarakat setempat.

Aksi puluhan sopir dan pemilik truk itu berjalan aman dan tertib. Mereka terlihat memarkirkan kendaraannya secara berbaris dengan sambil menyarankan supir mobil truk pengangkut matrerial untuk tidak melintas.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Subulussalam, Sabirin Htb ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya mendukung aksi yang dilakukan masyarakat di sana tanpa bermaksud menghambat pembangunan yang dilakukan pemerintah.

Dalam Undang Undang Nomor  22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kata dia, cukup jelas diterangkan bahwa mobil angkutan yang mempunyai roda sepuluh tidak dibenarkan untuk melintasi jalur yang kapasitas jalannya sangat rendah.

Sabirin pun menyarankan kepada pihak kontraktor untuk dapat mengikutsertakan mobil angkutan masyarakat setempat agar masyarakat juga ikut mendapatkan rejeki dari pembangunan yang didambakan masyarakat itu

Selain itu, Sabirin juga menghimbau kepada dinas terkait agar dapat memantau dengan turun kelapangan serta memastikan material yang digunakan pembangunan jembatan itu mempunyai izin atau tidak.

"Dinas Perhubungan dan Dinas terkait lainnya, lihatlah kelapangan agar semua pembangunan itu bisa berjalan lancar dan aman dan cek apakah material pasir dan batunya itu bersumber dari galian yang mempunyai legalitas atau tidak," kata pria yang biasa disapa Ogek ini.

Rubrik:Subulussalam