Tak Ada Jembatan, Warga di Kecamatan Tangse Pidie Gotong Jenazah Seberangi Sungai

Tak Ada Jembatan, Warga di Kecamatan Tangse Pidie Gotong Jenazah Seberangi Sungai
Warga Gampong Pulo Mesjid II, Kecamatan Tangse, Pidie, mengusung keranda berisi jenazah sambil menantang derasnya arus sungai.(Foto: IST)

Metropolis.id Proses pemakaman jenazah salah satu warga Gampong Pulo Mesjid II, Kecamatan Tangse, Pidie, menyedot perhatian warga dan pengguna media sosial.

Para pelayat terlihat mengusung keranda berisi jenazah sambil menantang derasnya arus sungai. Saat itu sungai tengah meluap.

Warga terpaksa harus menggotong jenazah dan melawan arus sungai untuk menuju lokasi pemakaman akibat tidak adanya jembatan.

Metropolis.id mencoba menghubungi Keuchik (kepala desa) Gampong Pulo Mesjid II, M. Gade. Namun, sampai berita ini tayang belum ada balasan konfirmasi atas kejadian tersebut.

Informasi dihimpun metropolis.id, kejadian tragis ini terjadi Jumat kemarin. Peristiwa itu terekam kamera warga dan videonya beredar luas di media sosial.

Husaini, warga Gampong Pulo Mesjid II, membenarkan peristiwa itu. Kata dia, warga menyeberang sungai untuk melakukan fardhu kifayah terhadap salah satu warga yang meninggal.

"Kemarin ada warga meninggal, harus menyeberangi sungai untuk menuju lokasi pemakaman,” katanya Husaini, Sabtu (13/11/2021).

Pemandangan itu, kata dia, sudah sering teradi di desanya saat ada warga yang meninggal.

“Sudah sering terjadi, kondisi tersebut disebabkan tidak adanya jembatan  penghubung,” katanya.

Diakuinya, keberadaan jembatan penyebrangan di gampong tersebut menjadi kebutuhan mendesak, mengingat hampir 90 persen aktivitas warga berada di sebrang sungai.

“Selain tempat pemakaman umum (TPU) masyarakat Gampong Pulo Mesjid, di seberang sungai juga terdapat perkebunan warga,” katanya.

"Jika air besar kami sudah pasti tidak dapat ke kebun, begitu juga sebaliknya jika sore air besar kami tidak dapat pulang ke rumah," tambahnya.

Pihaknya, sambung Husaini, sudah sering mengusulkan pembangunan jembatan kepada Pemkab Pidie, bahkan sampai ke Pemerintah Aceh.

"Namun sampai hari ini belum ada jawaban apapun dari Pemkab Pidie maupun Pemerintah Aceh," katanya.

Ia berharap, pemerintah dapat segera merealisasi pembangunan jembatang di desa mereka.

"Kami berharap pemerintah dapat menjawab kebutuhan jembatan ini sebagai bagian dari peningkatan ekonomi warga," imbuhnya.

Rubrik:Pidie