Soal Pemekaran ALA, Yahdi Hasan Khawatir Ada Upaya Pengalihan Isu

Soal Pemekaran ALA, Yahdi Hasan Khawatir Ada Upaya Pengalihan Isu

KUTACANE, Metropolis.id Rencana pemekaran Provinsi Aceh Lauser Antara (ALA) dari Provinsi Aceh yang selama ini terhenti, kini berhembus kembali.

Rencana pemekaran muncul kembali setelah Bupati Gayo Lues Muhammad Amru mengundang 4 kepala daerah dan 4 pimpinan DPRK. Pertemuan tersebut diadakan di Op Room Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Jumat kemarin (18/9/2020).

Baca: 4 Kabupaten di Aceh Kembali Wacanakan Pemekaran Provinsi ALA

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari Partai Aceh (PA) Yahdi Hasan, khawatir ada upaya pengalihan isu dalam kampanye pemekaran ALA tersebut.

"Ini bisa mengalihkan perhatian publik, bahkan bisa untuk kepentingan politik kepala-kepala daerah yang gagal mewujudkan roda pemerintahan yang sesuai dengan visi-misi mereka," kata anggota DPRA dari Komisi II tersebut, Senin (21/9/2020).

Kata Yahdi, pemangku jabatan yang ada di kabupaten sebaiknya lebih fokus untuk menuntaskan janji-janji politik seperti peningkatan sektor pendidikan, ekonomi, pertanian, dan sektor lainnya.

"Ini kan janji mereka sewaktu kampanye dulu, jangan lagi mengajak masyarakat untuk ikut berjuang demi kepentingan kelompok dan golongan. Sayangi lah rakyat apalagi sekarang di tengah-tengah pandemi Covid-19, katanya.

Terkait wacana pemekaran daerah, kata Yahdi, bukan Ia tidak mendukungnya. Namub perlu dikaji kembali apakah ada Undang-Undang atau peraturan yang mendukung terhadap pemekaran daerah khususnya di wilayah Aceh.

"Pemekaran daerah tak akan dapat perhatian pemerintah pusat bila tidak didukung dari lembaga dewan tingkat I. Sedangkan saat ini dewan tingkat I masih fokus terhadap persoalan dana Covid-19 yang jadi perhatian kita semua. Belum lagi dengan persoalan program proyek multiyears, sejauh ini belum di paripurnakan dan disetujui oleh anggota dewan, namun program tersebut masih tercantum dalam APBA Tahun 2020," kata Yahdi.

Rubrik:Aceh Tenggara