Breaking News

Sepanjang 2019 Anggka Perceraian di Aceh Tamiang Capai 412 Kasus, Dipicu Orang Ketiga dan Faktor Ekonomi

Sepanjang 2019 Anggka Perceraian di Aceh Tamiang Capai 412 Kasus, Dipicu Orang Ketiga dan Faktor Ekonomi
ILUSTRASI NET

KUALASIMPANG, METROPOLIS.id | Angka perceraian di Kabupaten Aceh Tamiang ternyata masih cukup tinggi. Selama Januari hingga September saja, tercatat 412 pasangan telah mendaftar ke Mahkamah Syariah Aceh Tamiang.

“Jumlah tersebut di bawah tahun sebelumnya (2018), yakni sekitar 460 perkara. Tahun ini angka perceraian paling banyak terjadi di bulan Januari, ada 70 kasus dan Februari 54 kasus,” kata Ketua Mahkamah Syari'ah Aceh Tamiang, M Syauqi melalui Panitera Muda Hukum, Anny Suryani, Sabtu (5/10/2019).

Dari 412 kasus perceraian itu, sebanyak 32 diantaranya melibatkan pasangan suami istri TNI dan Polri. “Setiap bulannya perceraian pasangan TNI dan Polri dua sampai empat orang pada tahun ini,” katanya.

Gugatan cerai didominasi oleh perempuan. Penyebabnya sendiri, kata dia, karena faktor ekonomi, dan orang ketiga atau perselingkuhan.

“Kurangnya tanggungjawab suami kepada istri tidak memberi nafkah, terus-menerus terjadi perselihihan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta narkoba menjadi bagian peyembab perceraian,” kata Anny.

“Dalam tahun ini sudah diputuskan atau inkracht sebanyak 335 kasus, dan 77 sedang proses persidangan.”

Saat ditanya apakah jumlah kasus perceraian akan meningkat dari tahun sebelumnya, Anny mengaku belum bisa memastikannya, meskipun pergantian tahun masih ada dua bulan lagi. 

"Belum bisa saya prediksi,” katanya. 

Walau tak tergolong naik, kata dia, tetap saja perceraian bukan hal yang baik. Para pasangan sebaiknya mempertimbangan berkali-kali terlebih dahulu sebelum benar-benar memutuskan untuk melakukan perceraian.

“Kita berharap masalah perceraian perlu diatasi oleh semua pihak agar tidak terus bertambah setiap harinya. Sebab, jika angka perceraian selalu meningkat akan menjadi persoalan besar di daerah,” ungkapnya.

Editor:
Rubrik:Daerah