Seorang Ayah di Aceh Besar Tega Perkosa Dua Anak Tiri, Dilakukan Berulang Kali Sejak Tahun 2020

Seorang Ayah di Aceh Besar Tega Perkosa Dua Anak Tiri, Dilakukan Berulang Kali Sejak Tahun 2020
Tersangka pemerkosaan saat diperiksa.(Foto: IST)

BANDA ACEH, METROPOLIS.ID Seorang ayah di Kabupaten Aceh Besar, berinisial MUS (43) tega memperkosa dua anak tirinya.

Aksi bejat itu dilakukan oleh pria yang berprofesi sebagai kuli bangunan tersebut pada Minggu (21/2/2020).

Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, SIK melalui Kasatreskrim AKP M Ryan Citra Yudha, SIK mengatakan, kejadian tersebut terjadi di salah satu gampong dalam Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar.

“Pelaku melakukan aksi tak terpuji  itu saat istrinya sedang tidak berada di rumah,” kata AKP M Ryan, Selasa (23/2/2021).

Saat melakukan aksinya, kata dia, pelaku mengancam korban sebut saja Melati (12) dan Mawar (10) agar menuruti keinginannya.

Aksi tersangka, kata dia, dilakukan saat kedua korban sedang berada di kamarnya dalam waktu yang berbeda.

“Tersangka masuk ke dalam kamar melakukan pemerkosaan terhadap kedua korban tersebut di bawah ancaman akan dibunuh jika memberitahukan pada ibunya," ujar Ryan.

Terungkapnya perbuatan tersangka, kata Ryan, setelah kedua korban melaporkan kepada ibunya.

Tak terima dengan perbuatan pelaku, keluarga korban lalu melaporkan ke Polresta Banda Aceh pada Minggu malam.

"Atas dasar laporan ibu korban sesuai dengan LPB/ 76 / II / YAN. 2.5 / 2021 / SPKT, tanggal 22 Februari 2021, kami menindak lanjuti dengan melakukan rapat terbatas dengan personel Unit Perlindungan Perempuan dan Anak" sebut AKP Ryan lagi.

Kanit PPA, Ipda Puti Rahmadiani, S.Trk menambahkan, setelah melakukan pemeriksaan saksi, pihaknya berkoordinasi dengan personel Polsek Ingin Jaya untuk menangkap tersangka.

Tersangka berhasil diamankan oleh Personel Polsek Ingin Jaya dan turut dibantu oleh warga setempat,  Senin dini hari (22/2/2021), di rumahnya.

“Kemudian  tersangka dibawa ke Polresta Banda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan," sebut Kanit PPA.

“Selain melakukan pemerkosaan, tersangka juga melakukan pengancaman terhadap kedua korban. Mereka akan dibunuh jika memberitahukan apa yang telah dilakukan kepada ibunya,” katanya.

Menurut keterangan, kata dia, aksi bejat itu telah berulang kali dilakukan oleh tersagka sejak tahun 2020 silam.

“Namun baru saat ini korban memberitahukan pada ibunya," sambungnya.

“Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 50 Jo 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat,” katanya.

Rubrik:Hukum