Breaking News

Sanksi Pelanggar Prokes Mulai Diberlakukan di Agara

Sanksi Pelanggar Prokes Mulai Diberlakukan di Agara
Kasatpo PP Aceh Tenggara, Rahmad Fadli, S Stp

KUTACANE, Metropolis.id Satgas Covid-19 Kabupaten Aceh Tenggara terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP, dan instansi terkait lainnya mulai melakukan operasi yustisi dalam rangka penindakan penggunaan masker.

Hal ini sebagai tindak lanjut Peraturan Bupati (Perbub) Aceh Tenggara Nomor: 32 Tahun 2020 Tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan.

"Tindakan itu kita berlakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Kasatpo PP Aceh Tenggara, Rahmad Fadli, S Stp, Selasa, (15/9/2020).

Kata Fadli, razia atau operasi itu mulai dilakukan sejak Senin kemarin (14/9/2020) hingga waktu yang belum ditentukan.

Penindakan terhadap pelanggaran Prokes Covid-19, sambung Fadli, dilakukan di tempat-tempat keramaian seperti warung kopi, wilayah wisata, pasar induk, serta pasar kecamatan.

“Tetapi saat ini kita masih dalam tahap sosialisasi ke desa-desa, agar warga desa dapat mematuhi prokes Covid-19,” katanya.

Untuk diketahui, kata dia, dalam peraturan tersebut, bagi pelaku pelanggaran Prokes Covid-19 nantinya bakal disanksi berupa sanksi sosial, sanksi administratif dan sanksi denda mulai Rp 20 ribu s/d Rp 500 ribu.

“Sanksi itu dikhususkan bagi pelaku yang mengadakan keramaian dan pelaku yang hadir di keramaian,” katanya.

"Bagi warga yang keluar rumah, kita harap untuk memakai masker, jaga jarak dan jangan lupa sering mencuci tangan,” pungkasnya.

Rubrik:Aceh Tenggara