PT SBA HUT metropolis

Sampaikan Pandangan Umum, Fraksi PAN Sebut Banyak Proyek Jalan di Aceh Barat Tak Sesuai Spesifikasi

Sampaikan Pandangan Umum, Fraksi PAN Sebut Banyak Proyek Jalan di Aceh Barat Tak Sesuai Spesifikasi

MEULABOH, METROPOLIS.id Fraksi PAN menyorot sejumlah proyek peningkatan jalan tahun anggaran 2019 di bawah satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Aceh Barat.

Sorotan itu tertuang dalam pandangan umum Fraksi PAN yang dibacakan oleh Abdul Rauf, Senin kemarin, dalam sidang paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja tahun anggaran 2019.

Proyek peningkatan jalan penghubung yang mendapat sorotan diantaranya, jalan Alue Keumuneng - Karang Hampa, dengan anggaran Rp. 2.090.000.000.

“Kami menduga, pelaksanaan proyek jalan tersebut tidak sesuai dengan syarat spesifikasi dokumen kontrak, mengingat temuan di lapangan jalan tersebut sudah mulai longsor atau rusak,” kata Abdul Rauf saat membacakan pandangan umum Fraksi PAN.

Fraksi PAN, kata dia, juga menduga pelaksanaan proyek jalan tersebut juga tidak mencukupi volume pekerjaan.

Lalu, Fraksi PAN juga menyorot proyek peningkatan jalan Suak Raya Tahun Anggaran 2019 dengan nilai anggaran Rp 2 milar. Pada proyek tersebut, Fraksi PAN juga menduga pelaksanaan proyek jalan tersebut tidak sesuai dengan syarat spesifikasi dokumen kontrak. Hasil tinjauan di lapangan, kata dia, tim pansus menemukan jalan tersebut sudah mulai longsor, rusak atau retak.

Baca: Baru Dibuat 2019 dengan Anggaran Rp1,8 Miliar, Jalan di Aceh Barat Sudah Retak dan Bergelombang

“Temuan lain yaitu talud sudah mulai retak pada kiri- kanannya. Kami menduga kualitas proyek tidak sesuai dengan spesifikasi, seperti base (LPB dan LPA) yang patut kami pertanyakan. Hasil pantauan kami, terkait dengan rehabilitasi (perbaikan jalan) yang telah dilakukan, bahwa kami menduga tidak bermutu atau berkualitas dalam perbaikan jalan yang sudah mengalami keretakan dan longsor,” kata Abdul Rauf.

Atas temuan tersebut, Fraksi PAN meminta agar badan jalan yang sudah longsor atau turun (± 20 meter) untuk dibongkar dan diperbaiki kembali.

Kemudian, proyek lain yang mendapat sorotan yakni peningkatan jalan Pulo Teungoh - Jambak – Sikundo. Proyek tahunanggaran 2019 yang berada di bawah satuan kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh Barat itu menghabiskan anggaran Rp 3,4 miliar.

Pada proyek jalan penghubung tersebut, dewan juga menemukan sejumlah kerusakan seperti longsor dan retak. 

Selain itu, Fraksi PAN juga menilai kegiatan rutin pemeliharaan jalan/jembatan pada satuan kerja dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh Barat senilai Rp 1,614.000.000 (Rp.850.000.000,APBK Murni + Rp.764.000.000 APBK perubahan) juga sarat dengan permasalahan dalam proses pelaksanaannya di lapangan. 

“Hasil pantauan kami ditemukan bahwa pekerjaan pemeliharaan jalan/jembatan tersebut terkesan “cilet-cilet.”,” kata Abdul Rauf.

Selain jalan, Fraksi PAN juga menyorot proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Blang Teungoh, tahun anggaran 2019 dengan pagu anggaran Rp.1,5 miliar.

“Kami menduga bahwa paket pekerjaan tersebut terlambat dan pekerjaan irigasi tersebut dikerjakan pada tahun 2020. Bila kemudian menimbulkan keterlambatan, maka kami meminta penjelasan atas denda terhadap perusahaan yang mengerjakan jaringan irigasi di Blang Teungoh tersebut. Dan dalam proses pelaksanaan pekerjaannya perlu ditinjau kembali,” katanya.

Pekerjaan konstruksi rehabilitasi jaringan irigasi di Tumpok Ladang tahun anggaran 2019, dengan nilai pagu anggaran Rp2 miliar juga tak luput dari sorotan Fraksi PAN.

Fraksi PAN berpandangan, bahwa proses pelaksanaan pekerjaannya tersebut perlu ditinjau kembali, karena pekerjaan konstruksi irigasi tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi dokumen kontrak.

Rubrik:Aceh Barat
DPRK ABES HUT METROPOLIS
Pemkab Asel hut metropolis
PUPR ACEH BARAT HUT METROPOLIS
IKLAN PLN