Sakit Hati Akan Dicerai, Suami Bakar Mobil Istri di Banda Aceh

Sakit Hati Akan Dicerai, Suami Bakar Mobil Istri di Banda Aceh

BANDA ACEH, METROPOLIS.id | Kesal karena digugat cerai istrinya, seorang suami nekat membakar mobil milik istrinya. Kejadian pembakaran itu terjadi Rabu (12/2/2020) di Jalan Panglateh Dusun Sedap Malam, Gampong Merduati, Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, SH melalui Kapolsek Kuta Raja, Iptu Firmansyah, S.Sos mengatakan, tindak pidana pembakaran satu unit Mobil Agya BK 1417 RM, menimpa korban Dewi Irayati.

Pelakunya adalah IBR (60) yang tak lain adalah suami korban. Motif pembakaran dipIcu sakit hati karena pelaku digugat dicerai oleh istrinya.

“Mereka sedang dalam proses perceraian,” kata Firman, Kamis (13/2/2020).

Firman menjelaskan, pada saat kejadian korban sedang istirahat di kamar. Kemudian Dewi dan beberapa saksi di dalam Toko Beujroh Laundry yang ditempati oleh korban mencium bau minyak bensin dari arah luar.

“Saat korban dan saksi mau mengecek bau bensin, mereka melihat api sudah menyala dan membakar bagian depan. Saat itu posisi lampu sedang padam,” katanya.

Korban lalu meminta bantuan kepada warga setempat karena pintu rumah dalam keadaan diikat menggunakan kawat listrik oleh pelaku.

“Pelaku mengikat pintu, sehingga terhambat bagi korban untuk keluar rumah. Kemudian setelah korban keluar dari rumah , korban dan warga setempat langsung memadamkam api tersebut,” katanya Firman.

Korban lalu membuat laporan dengan Nomor: LP.B / 03 / II / YAN 2.5 / 2020 / Sek Kutaraja. “Pelaku pembakaran pada saat itu belum diketahui identitasnya, namun kami tetap mendalami kasus yang menimpa IRT tersebut. Setelah melakukan pemeriksaan saksi–saksi, akhirnya terkuak siapa pelakunya” sebutnya,

Hasil penyelidikan, pelaku pembakaran itu mengarah kepada tersangka IBR.

Personel Res Intel Polsek Kutaraja berhasil meringkus pelaku di sebuah rumah di kawasan Gampong Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh.

“Pelaku dibawa ke Polsek Kutaraja untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” kata Firman.

Rubrik:Hukum