Pertanyakan BLT

Ramai-ramai Warga di Agara Geruduk Rumah Penghulu Kute

Ramai-ramai Warga di Agara Geruduk Rumah Penghulu Kute

KUTACANE, METROPOLIS.id | Sejumlah Pemerintah Kute (desa) di wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga  kurang mampu yang terdampak Corona Virus Disease (Covid-19).

Munculnya program bantuan pemerintah yang bersumber dari dana desa tahun 2020 mematik masalah baru di masyarakat.

Betapa tidak, gara-gara adanya pemberian bantuan bagi warga terdampak Covid-19, kini situasi masyarakat di beberapa desa di Aceh Tenggara jadi memanas.

Diketahui, dalam sepakan ini banyak kediaman pribadi Pengulu Kute (Kepala Desa) di Aceh Tenggara digeruduk oleh warga. Mereka mempertanyakan penggunaan dana desa Tahun 2020 untuk BLT.

Dari pantauan METROPOLIS.id, ada beberapa kediaman penghulu kute yang didatangai oleh warganya. Di antaranya: kediaman Pengulu Kute Terutung Megara Asli, Kute Biak Muli, Kute Pulo Kedondong, Kute Batu Mbulan Asli, Kute Prapat Batu Nunggul, Kute Pulonas, Kute Penampakan, dan Kute Mamas.

Berbagai aksi pun dilakukan oleh masyarakat yang didominasi oleh kaum emak-emak itu, mulai dari orasi, bakar ban, hingga pelemparan sandal. Intinya, mereka menuntut BLT dari dana desa.

Fenomena ini disorot oleh salah satu aktivis Aceh Tenggara, Fajri Gegoh. Menurutnya, aksi ratusan warga itu dapat disimpulkan karena tekanan ekonomi masyarakat Aceh Tenggara yang kian hari semakin terdesak sejak pandemic Covid-19 ini.

“Keresahan masyarakat desa kemungkinan dikarenakan dampak ekonomi yang kian menghimpit, tetapi perlu diketahui warga yang mendatangi kediaman Pengulu Kute itu, diakibatkan ada unsur ketidak percayaan terhadap Pengulu Kute,” kata Fajri, Rabu,(6/5/2020).

Rubrik:Aceh Tenggara