Proyek Dana Desa di Kampung Pahlawan Diduga Tumpang Tindih

Proyek Dana Desa di Kampung Pahlawan Diduga Tumpang Tindih

KUALA SIMPANG, METROPOLIS.id | Masyarakat Kampung Pahlawan, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang, mengkritik realisasi pekerjaan proyek pengerasan jalan di Dusun Matang Gelugur, sepanjang 280 meter di kampung mereka.

Pasalnya, proyek yang didanai melalui sumber anggaran dana desa tahun 2019 sebesar Rp 49.4 juta tersebut, diduga justru dikerjakan di atas pekerjaan proyek sebelumnya sehingga diduga tumpang tindih.

“Proyek pengerasan jalan tersebut sudah dikerjakan dari dana aspirasi dewan, namun warga heran kenapa pada sisi ujung badan jalan dipasang prasasti dana desa,” kata Burhanuddin (50), dan sejumlah warga Kampung Pahlawan kepada METROPOLIS.id, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, kata Burhanuddin, pada tahun yang sama proyek pengerasan jalan tersebut telah dibangun dengan menggunakan dana aspirasi dewan (APBK) tahun 2019, dengan anggran Rp 96 juta lebih.

“Timbulnya aksi protes dari masyarakat karena di lokasi pekerjaan proyek pengerasan jalan tersebut telah pernah dikerjakan proyek serupa sebelumnya. Warga berharap, agar instalasi terkait dapat memeriksa dan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.

Burhanuddin menambahkan, bukan hanya persoalan itu saja yang terjadi di kampung mereka. Warga juga mengenduskan sejumlah proyek dana desa lainnya yang diduga fiktif. Salah satunya, kata Burhan, pengerasan jalan Lorong Ar Rahman sepanjang 292 meter dengan anggaran Rp 76 juta lebih.

“Itu dapat kita lihat dari dokumen laporan realisasi penyerapan anggaran Dana Desa tahap II Kampung Pahlawan tahun 2019 lalu. Dimana dalam laporannya dinyatakan telah terealisasi, sedangkan di lapangan proyek tersebut belum dikerjakan sama sekali dan masih titik nol,” kata Burhanuddin yang diamini oleh warga lain.

“Kami sebagai warga sudah kesal dengan sikap Datok Penghulu Kampung (kepala desa), terkesan tidak transparan dan tidak melibatkan warga dalam pengelolaan dana desa bersama anggota MDSK.”

Datok Penghulu Kampung Pahlawan, Muhammad Saleh, S.Pd ketika dikonfirmasi METROPOLIS.id membantah tudingan warga tersebut. Menurutnya, semua tudingan warganya itu tidak benar.

Dia menambahkan, sepengetahuan dirinya tidak perna ada proyek fiktif tersebut. Bahkan, Muhammad Saleh menyarankan agar METROPOLIS.id menghubungi Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), karena dirinya hanya sebagai kondinator saja.

"Coba cek, kalau memang ada tunjukan saja yang mana proyek fiktif itu,” katanya.

Hingga berita ini diunggah, METROPOLIS.id belum berhasil mendapat keterangan dari pihak TPK. Nomor selular petugas TPK yang diberikan oleh Datok Penghulu tidak dapat dihubungi.

Rubrik:Aceh Tamiang