Pengembangan Pesta Seks ABG di Pidie

Polres Pidie Ciduk Tiga Mucikari Jajakan Anak di Bawah Umur

Polres Pidie Ciduk Tiga Mucikari Jajakan Anak di Bawah Umur
Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian didampingi Kasat Reskrim AKP Ferdian Candra saat menggelar konferensi pers di Mapolres Pidie, Kamis (15/10/2020).

SIGLI, METROPOLIS.id Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pidie, meringkus tiga mucikari yang menyediakan jasa pekerja seks komersial yang melibatkan anak di bawah umur.

Tiga tersangka yang diamankan itu masing-masing berinisial IFR alias Ririn (38), warga Blang Paseh, Kota Sigli; IK alias Toke Salak (40), warga Gampong Raya Lhok Kaju, Kecamatan Indrajaya; dan DI (26), warga Lamseupeung, Kecamatan Lueng Bata, Kota Banda Aceh.

“Mereka ditangkap di lokasi terpisah,” kata Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian, dalam jumpa pers, Kamis, (15/10/2020).

Kata dia, ketiga tersangka ditangkap oleh petugas setelah dilakukan pengembangan perkara tindak pidana khalwat dan ikhtilat serta pengakuan zina beberapa hari lalu dalam kasus pesta seks enam remaja atau anak baru gede (ABG) di sebuah rumah kosong di Gampong (desa) Reung-Reung, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie.

Awalnya, kata Zulhir, polisi menangkap IFR di komplek terminal terpadu Kota Sigli pada Selasa (13/10/2020), sekira pukul 20.00 WIB. Kemudian pada Rabu (14/10/2020), sekita pukul 15.00 WIB, polisi menangkap tersangka IK di Pasar Caleu, dan pukul 16.00 WIB, menciduk DI di terminal terpadu Kota Sigli.

“Diperoleh fakta baru bahwa para pelaku ada koneksi dengan jaringan prostitusi anak yang dikendalikan oleh mucikari. Jadi ini pengakuan dari korban," kata Kapolres.

Dua korban masing-masing Mawar dan Melati (bukan nama sebenarnya) mengaku, telah diperdagangkan kepada laki-laki hidung belang oleh tersangka IFR alias Ririn sejak juli hingga September 2020 kepada tiga laki-laki hidung belang.

"Mawar empat kali diperdagangkan. Sementara Melati sudah tiga kali diperdagangkan oleh tersangka kepada laki-laki hidung belang, dengan bayaran Rp200 sampai Rp 500 ribu sekali kencan," paparnya.

Ketiga tersangka kini diamankan di Mapolres Pidie. Mereka dijerat dengan Pasal 2 UU RI Nomor 2 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Perdagangan Orang Jo Pasal 75 F Jo Pasal 81 Jo Pasal 82 Jo Pasal 83 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

"Mereka diancam dengan hukuman 15 tahun kurungan, " pungkas Kapolres.

Rubrik:Hukum