Polisi Bongkar Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Pidie, Tiga pelaku Ditangkap

Polisi Bongkar Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di Pidie, Tiga pelaku Ditangkap
KBO Reskrim Polres Pidie, Ipda Herman.SH, didampingin stafnya saat menunjukkan barang bukti BBM tanpa izin di Mapolres setempat, Selasa (23/6/2020).

SIGLI, METROPOLIS.id Satuan Resersa Kriminal (Satreskrim) Polres Pidie, membongkar kasus penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Dari pengungkapan ini, polisi menangkap tiga pelaku.

Kapolres Pidie AKBP Zulhir Destrian SIK MH, melalui Kepala Bagian Operasi (KBO) Reskrim, Ipda Herman,SH kepada wartawan, Selasa (23/6/2020) mengatakan, ketiga pelaku masing-masing Rahmad (31), warga Gampong Kumbang Busu Kecamatan Mutiara; Herman(31) warga Gampong Baro Kecamatan Mane; dan Faisal (41) warga Kayee Jathoe, Kecamatan Glumpang Tiga.

“Mereka ditangkap Minggu (21/6/2020), sekira pukul 02.30 WIB,” kata Ipda Herman.

Dari tiga pelaku itu, kata Ipda Herman polisi menyita BBM jenis premium sebanyak 1.520 liter; pertamax 350 liter; dan solar 875 liter.

“Semua BBM itu diangkut menggunakan mobil L300 pick up,” kata Herman.

Penangkapan tiga pelaku penjual BBM tanpa izin ini, kata dia, berawal dari informasi masyarakat. Dari laporan itu, sambungnya, polisi lalu melakukan pengintaian di Station Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Bambi.

"Polisi langsung mengikuti mereka dan setiba di lokasi Gampong Seupeng, Kecamatan Indrajaya sekira pukul 02.30 WIB, langsung ditangkap,” katanya.

Dari introgasi singkat, kata dia, ribuan liter BBM itu rencananya akan dijual ke Tepin Raya dan Kecamatan Mane.

“Premium ditebus Rp 7.000 di SPBU dan mereka menjual Rp 8.000, sedangkan Harga Eceran Tetap (HET), Rp 6.450/liter. Mereka tanpa izin perdagangan migas, menjual BBM bersubsidi tersebut, sehingga mereka ditangkap. Mereka tidak ada izin, bahkan izin dari geuchik yang ditunjukkan mereka berlaku tahun 2017," paparnya.

Atas perbuatannya, mereka dijerat dengan Pasal 106 UU No 7 Tahun 2014, Tentang Perdagangan JO pasal 53 huruf B, UU No 22 tahun 2001 Tentang migas.

“Ancaman hukuman empat tahun penjara, t api mereka tidak ditahan," pungkas dia.(MIR)

Rubrik:Hukum