Poldasu dan BI Perwakilan Sumatera Utara Bakar Uang Rp1,5 M, Ini Penjelasannya!

Poldasu dan BI Perwakilan Sumatera Utara Bakar Uang Rp1,5 M, Ini Penjelasannya!
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto bersama Kepala BI Perwakilan Sumut Wiwiek Siswo Widayat sebelum pemusnahan uang palsu. (Lana/metro24jam.com) Sumber: https://news.metro24jam.com/read/2019/08/14/75864/poldasu-dan-bi-perwakilan-sumatera-utara-bakar-uang-rp15-m-ini-penjelasannya Follow Twitter @Metro24Jamcom dan FB http://fb.com/metro24jamcom

METROPOLIS.id | Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bersama dengan Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumatera Utara melakukan pemusnahan sebanyak 21.632 lembar uang rupiah palsu, Rabu (14/8/2019).

Uang palsu tersebut ditemukan dari setoran masyarakat ke Perbankan yang kemudian diteruskan dan dilakukan klarifikasi ke Bank Indonesia selama periode 2013-2018.

Temuan uang palsu itu kemudian diserahkan ke Direktorat Tindak Pidana Khusus Fismondev Polda Sumut untuk diamankan. Sebelum dimusnakan, uang tersebut telah melewati penilaian keaslian atas uang rupiah di Laboratorium Bank Indonesia Counterfeit Analysis Center (BI-CAC).

Kegiatan pemusnahan rupiah palsu dilakukan setelah telah mendapatkan penetapan Pengadilan Negeri Medan Klas I-A Nomor 01/PEN.PlD/P.MUS/2019/PN.MEDAN, tanggal 1 Maret 2019.

Adapun rincian uang palsu yang dimusnahkan yaitu, pecahan 100 ribu, sebanyak 8.974 lembar, senilai Rp897.400.000. Pecahan 50 ribu, sebanyak 11.850 lembar, senilai Rp592.500.000. Pecahan 20 ribu, sebanyak 636 lembar, senilai Rp12.720.000.

Kemudian, pecahan 10 ribu, sebanyak 88 lembar, senilai Rp880.000. Pecahan 5 ribu, sebanyak 83 lembar, senilai Rp415.000 dan pecahan 2 ribu, sebanyak 1 lembar, senilai Rp2,000.

“Jika di nominalkan uang palsu tersebut sebanyak Rp1.503.917.000. Untuk tahun 2019 kita masih ada menemukan indikasi uang palsu. Tapi trennya itu terus mengalami penurunan,” kata Kepala BI Perwakilan Sumut, Wiwiek Siswo Widayat di Mapolda Sumut, Rabu (14/8/2019).

“Jadi dari Januari sampai Juli 2019 yang lalu ada sekitar 380 lembar uang rupiah palsu,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menjelaskan bahwa perlindungan terhadap rupiah dimuat dalam Undang-Undang No.7 Tahun 2011 tentang mata uang. Pada pasal 35, 36 dan 37 diatur tentang kejahatan terhadap mata uang Rupiah dalam hal pemalsuan uang Rupiah, menyimpan secara fisik uang Rupiah palsu.

Kemudian, mengedarkan atau membelanjakan uang Rupiah palsu, membawa atau memasukkan rupiah palsu ke dalam atau keluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengimpor atau mengekspor rupiah palsu, dengan ancaman pidana mulai 10 tahun hingga seumur hidup.

“Wilayah peredaran uang palsu yang berada di daerah-daerah pusat perekonomian dan rendahnya putusan tindak pidana rupiah palsu,” jelas Agus.

Selanjutnya, Irjen Pol Agus Andrianto dan Kepala BI Perwakilan Sumut, Wiwiek Sisto Widayat serta stakeholder terkait, bersama-sama memusnahkan sebanyak 21.632 lembar uang palsu tersebut. Pemusnahan dilakukan dengan cara membakar seluruh uang palsu di dalam tong. | metro24jam.com

Rubrik:Daerah