Perjuangkan Nasib, Puluhan Honorer K2 Datangi DPRK Aceh Besar

Perjuangkan Nasib, Puluhan Honorer K2 Datangi DPRK Aceh Besar
Ketua rombongan guru honorer K2, Rosmiati, menyerahkan Surat Rekomendasi kepada DPRK Aceh Besar, disaksikan oleh Plt. Sekretaris DPRK dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.(Foto: IST)

JANTHO, METROPOLIS.id Puluhan honorer kategori dua (K2) mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar, Senin (29/6/2020).

Kedatangan honorer yang terhimpun dalam Persatuan Guru dan Tenaga Adminitrasi Kategori II (K2) tersebut untuk mengadukan nasib mereka.

Kedatangan 90 orang tenaga honorer K2 itu disambut oleh Wakil Komisi V, Eka Riskina ; Ketua Komisi I, Nabhani (Pakben), Ketua Komisi IV, Mahdi Basyah, ST., M.Si; Plt. Sekretariat DPRK Aceh Besar Fata Muhammad, S. Pd.I., MM dan Sekdis Pendidikan dan Kebudayaan Fahrurazi, SE beserta stafnya.

Ketua rombongan yang juga salah satu tenaga teknis adminitrasi SMPN 1 Peukan Bada, Aceh Besar, Rosmiati dalam pertemuan yang berlangsung di ruang konsultasi DPRK Aceh Besar, mengatakan, kedatangan mereka untuk mengadu nasib dan meminta perhatian pemerintah kepada guru dan tenaga adminitrasi K2 yang telah lama mengabdi pada satuan pendidikan.

Puluhan guru dan tenaga adminitrasi menyampaikan aspirasi kepada anggota DPRK Aceh Besar.(Foto: IST)

“Kami meminta kepada Bupati Aceh Besar melalui DPRK Aceh Besar untuk mengusulkan kouta K2 kepada Mentri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) untuk pengangkatan CPNS 2021,” kata Rosmiati, sata membacakan tuntutan mereka.

Guru dan tenaga adminitrasi honorer kategori II tahun 2005, kata dia, meminta kepada Bupati Aceh Besar melalui DPRK Aceh Besar untuk memperjuangkan nasib merekamenjadi CPNS tanpa tes.

“Mengingat umur kami rata-rata di atas 35 tahun. Kami berharap kepada dewan benar-benar memperjuangkan nasib kami guru dan tenaga adminitrasi honorer, agar kami diberikan kesempatan menjadi CPNS,” harapnya.

Senada dengan itu, Khairullah, S.Pd tenaga teknis adminitrasi SMPN 2 Lamteuba yang telah mengabdi sejak tahun 2005-2020 (16 Tahun) juga mengharapkan perhatian legislatif.

“Kami memohon disampaikan kepada pemerintah dan ditindak lanjut hingga ke Pemerintah Pusat,” harapnya.

Untuk diketahui, guru dan tenaga adminitrasi kategori II (K2) di Aceh Besar mencapai 210 orang, diantaranya tenaga guru berjumlah 156 dan tenaga teknis adminitrasi berjumlah 54 orang. Jumlah itu meliputi jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah sesuai surat Bupati Aceh Besar kepada Menpan RB tahun 2014 Nomor : Peg. 800/191 Tentang daftar nama-nama tenaga honorer kategori-II yang belum lulus untuk diangkat menjadi CPNS.

Sementara itu, Anggota DPRK Aceh Besar, Yuhelmi mengapresiasi kepada persatuan guru dan tenaga adminitrasi kategori II (K2) yang telah mewadahi guru K2.

“Wadah ini harus diperjuangkan, DPRK akan sampaikan ini kepada Pemkab Aceh Besar. Semoga berjalan dengan lancar, mengingat pengangkatan CPNS bukan lagi hak daerah secara muthlak, namun untuk mengusulkan kouta CPNS tahun 2021 ada harapan, kita usahakan,” kata Helmi.

Rubrik:Aceh Besar