Penegak Hukum Diminta Usut Tujuh Tahun Aset Aceh Jaya yang ‘Hilang’

Penegak Hukum Diminta Usut Tujuh Tahun Aset Aceh Jaya yang ‘Hilang’

CALANG, METROPOLIS.id – Tujuh tahun lalu, Kepala Bagian Umum Sekdakab Aceh Jaya, pada saat itu, menemukan asset Negara, berupa generator set sebanyak dua unit di Medan, ternyata tak lagi berada di tempat.

Dia kemudian membuat laporan tertulis, setelah dilakukan pengecekan, mesin generator set (genset) tersebut tidak berada dilokasi tempat pembuatan/rehab.

Kedua Genset tersebut merupakan aset Provinsi Aceh ( Dinas Bina Marga Aceh ) Bantuan Korea Tahun 2006, yang dipinjam pakai oleh Pemkab Aceh Jaya.

Kedua genset yakni merk Cummins kode F91-0984 kapasitas 600 KW No. Mesin 33128154-585 merupakan mesin yang diservice oleh penyedia jasa CV. Mustika Fajar Pratama dan CV. Sejahtera Mandiri Utama beralamat jalan Sei Galang Nomor 22 Kelurahan Merdeka Kecamatan Medan Baru Medan sesuai SPK Nomor : 028/870/PL.Um/SPK/AJ/2008 tanggal 28 Juni 2008.

Politisi Muda asal Aceh Jaya, Nasri Saputra, menduga ini adalah penggelapan yang dilakukan oleh segelintir oknum. Tapi yang dia heran, hingga tujuh tahun, keberadaan kedua asset tersebut tak ada kejelasan.

“Karena itu saya minta aparat penegakan hukum untuk mengusut tuntas dugaan penggelapan Aset Negara yakni dua unit mesin generator set ( Genset ) merk obrien kode F91-0714 kapasitas 600 KW No. Mesin 33105183140,” kata Nasri Saputra, kepad metropolis.id, kemarin (1/9/2019).

Nasri merasa heran terkait dugaan penggelapan aset negara itu tidak ada tindak lanjut hingga hampir tahun 2019 berakhir. Dia mensinyalir ada pihak yang menginginkan kasus tersebut tidak terungkap.

"Padahal penggelapan asset negara, jelas merupakan tindakan pelanggaran hukum, anehnya kasus ini tidak ada tindak lanjut hingga saat ini", kata Poen Che'k panggilan akrab dari Nasri .

Selain dugaan penggelapan, di kasus tersebut juga terindikasi dugaan tindak pidana korupsi. Pasalnya Pemkab Aceh Jaya sudah mengelontorkan anggaran ratusan juta rupiah untuk perbaikan terhadap kedua mesin genset itu.

Pencairan anggaran perbaikan dilakukan tiga kali, yaitu pada tanggal 21 Juli 2008 dengan Nomor SPM : 034/SPM-LS/2008 dengan jumlah pembayaran Rp. 47.490.910 yang diterima oleh pimpinan CV. Mustika Fajar Pratama.

Kemudian pencairan kedua dan ketiga dilakukan pada 30 Oktober 2008 dengan Nomor SPM : 235/SPM-LS/2008 dengan jumlah pembayaran RP. 43.698.183 yang diterima oleh Dir CV. Sejahtera Mandiri Utama.

Selanjutnya pencairan dilakukan dengan Nomor SPM : 275/SPM-LS/2008 dengan jumlah pembayaran Rp. 44, 190.683 yang juga diterima oleh CV. Sejahtera Mandiri Utama.

Nasri meminta pihak Pemkab Aceh Jaya untuk segera membuat laporan resmi kepada aparat penegakan hukum terhadap kasus dugaan penggelapan dan dugaan tipikor tersebut.

"Jika tidak, publik patut menduga telah terjadi persekongkolan jahat yang melibatkan oknum atau pihak yang berasal dari lingkup Pemkab Aceh Jaya", pungkas politisi PDA itu.

 

 

 

Rubrik:Daerah, Hukum