Lebaran SBA

Pencairan BLT-DD untuk 1.027 Keluarga di Pidie Terlambat, Ini Penyebabnya

Pencairan BLT-DD untuk 1.027 Keluarga di Pidie Terlambat, Ini Penyebabnya
Koordinator Tenaga Ahli Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TAP3MD) Kabupaten Pidie, Ibrahim Syamaun

metropolis.id Realisasi penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bagi 1.027 keluarga di Kabupaten Pidie, terlambat.

Hingga 27 April 2021, dari total 730 gampong di Pidie, baru 24 gampong yang sudah menyalurkan BLT-DD untuk bulan Januari. 

Desa yang sudah menyalurkan BLT diantaranya, Kecamatan Indrajaya (2 desa); Kecamatan Kembang Tanjong (3 desa); Kecamatan Mutiara (1 desa); Kecamatan Padang Tiji (5 desa); Kecamatan Sakti (4 desa); Kecamatan Tangse (3 desa); kecamatan Keumala (5 desa); dan Kecamatan Glumpang Baro (1 desa).

Koordinator Tenaga Ahli Program Pembangunan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TAP3MD) Kabupaten Pidie, Ibrahim Syamaun mengatakan, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab keterlambatan distribusi BLT yang bersumber dari dana desa itu.

“Salah satunya disebabkan lambannya turun anggaran dari kabupaten ke gampong,” kata Ibrahim, Rabu (28/4/2021).

Telatnya turun anggaran ke desa, kata dia, akibat pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) Tahun 2021 terlambat disahkan, sehingga para kepala desa tidak bisa menyusun dokumen Anggaran Pendapatan Bepanja Gampong (APBG).

"Ini tidak semata-mata karena lambat pengesahan APBK juga, tapi LPJ gampong juga terlambat," jelas dia.

Hingga 27 April 2021, kata dia, baru 24 desa yang telah menyalurkan BLT-DD. Sedangkan sisanya masih dalam proses di kecamatan dan di kabupaten. 

“Untuk penyelesaian APBGnya baru berjalan. Ada 605 berkas masih di kecamatan dan 19 desa dalam proses verifikasi DPMG,” katanya.

Sedangkan yang sudah diusulkan ke Badan Pengelola Keuangan dan Kekayaan Daerah (BPKKD), sebanyak 106 desa.

"Jadi kita minta kepada kepala desa agar segera menyelesaikan APBG, karena limit waktu berakhir 31 Mei 2021," pinta Ibrahim Syamaun.

Rubrik:Pidie