Breaking News

Pemkab Aceh Selatan Tak Larang Warganya di Perantauan Pulang Kampung, Asalkan…

Pemkab Aceh Selatan Tak Larang Warganya di Perantauan Pulang Kampung, Asalkan…
ILUSTRASI (Foto: Republika.co.id)

TAPAKTUAN, METROPOLIS.id | Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan tidak melarang warganya di perantauan pulang ke kampung halaman. Hanya saja, warga pelaku perjalanan (traveller ) harus  mematuhi isolasi mandiri di rumah masing – masing selama 14 hari.

"Kita tidak melarang warga kita di perantauan pulang ke Aceh Selatan, tetapi mereka harus mematuhi dan mengikuti isolasi mandiri di rumah masing - masing," kata  Plt. Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran saat temu pers di Tapaktuan, Rabu (29/4/2020).

Tgk. Amran menyebut, sebagaimana koordinasi pihaknya dengan Kapolres dan Dandim 0107/Aceh Selatan, bahwa  terhadap warga yang tidak mengindahkan isolasi mandiri tersebut akan dijemput oleh Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kab. Aceh Selatan.

"Nantinya mereka  ditempatkan di Pusat Edukasi Pra Karantina Covid-19 di Gampong Panjupian, Kecamatan Tapaktuan, selama 14 hari," ujarnya. 

Kendati tidak ada larangan terhadap warga yang ingin pulang ke Aceh Selatan, baiknya, di tengah pandemi virus corona ini warga tidak melakukan mudik.  

"Jika ingin pulang juga, maka harus disiplin mengikuti isolasi mandiri," tegasnya lagi.  

Plt. Bupati Tgk. Amran yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 itu mengutarakan, bahwa untuk mengatasi lonjaktan arus mudik ini, di perbatasan  telah disiagakan Tim Gugus Tugas untuk memperketat pemeriksaan  kendaraan yang keluar masuk ke Aceh Selatan.

"Begitu juga, terhadap traveler yang telah  pulang dari berbagai daerah terjangkit Covid-19  telah diterapkan aplikasi P-Covid-19 yang dikembangkan oleh  Politeknik Aceh Selatan (Poltas)," paparnya. 

Sistemnya, kata dia,  setiap hari masing - masing traveler yang telah terdaftar di Aplikasi P-Covid-19 akan menjawab 12 pertanyaan yang diajukan oleh Tim Gugus Tugas. 

"Hal ini kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus corona di Aceh Selatan. Sehingga daerah kita dijauhi  dari wabah virus  berbahaya itu,"  harapnya.

Tgk Amran mengatakan Aceh Selatan Menganggarkan dana penanganan COVID-19 mencapai Rp 9,9 miliar. Ia merincikan,  anggaran yang dialokasikan tersebut masing-masing di Dinas Dinsos  Rp 4,5 miliar; Dinkes Rp 1,45 miliar; Rumah Sakit Yulidin Away Rp 3 miliar; dan BNPB Rp 925 juta

Dalam temu pers tersebut turut hadir Sekda, H Nasjuddin SH MM; Asisten I, Erwiandi S.Sos M.Si; Asisten II, Zaini Bakri S.Sos MM;  Asisten III, Ir H Said Azhar; Kepala BPKD Syamsul Bahri SH, dan Kepala Inspektorat Drs. Rasyiddin.

Rubrik:Aceh Selatan