Breaking News

Pemerkosa Teman "Spesial", Pria Asal Aceh Selatan Ditangkap Polisi di Banda Aceh, Sita Sepucuk Pistol Air Gun

Pemerkosa Teman "Spesial", Pria Asal Aceh Selatan Ditangkap Polisi di Banda Aceh, Sita Sepucuk Pistol Air Gun

BANDA ACEH, METROPOLIS.id | Personel Dit Reskrimum Polda Aceh menangkap seorang pelaku pemerkosaan disertai pengancaman menggunakan senjata. Pria berinisial SJ, warga Aceh Selatan itu ditangkap Minggu (3/11/2019 di Banda Aceh.

Dari pelaku, polisi menyita sepucuk pistol Air Gun jenis Mini FN (replika) serta satu mobil Avanza yang digunakan pelaku saat kejadian.

Dir Reskrimum Polda Aceh Kombes Pol Agus Sarjito mengatakan, SJ ditangkap di salah satu tempat tongkrongannya di wilayah Banda Aceh. Pelaku  ditangkap setelah korbannya, sebut saja Mawar, warga Aceh Besar, melaporkan peristiwa pemerkosaan yang dialami kepada polisi pada Agustus lalu.

“Petugas pun langsung melakukan penyelidikan selama ini dan akhirnya menangkap pelaku,” kata Agus, Senin (4/11/2019).

Peristiwa memilukan ini, kata Agus, berawal saat pelaku dan korban bersama seorang teman korban berinisial DS dijemput di kosnya untuk makan bakso di daerah Aceh Besar.

“Mereka bertiga akhirnya pulang setelah sempat jalan-jalan sebentar," ujar Agus.

Pada malam harinya, korban pun kembali dihubungi oleh pelaku untuk mengajaknya jalan-jalan. Mawar dan DS pun kembali dijemput pelaku menggunakan mobil dan berjalan ke arah Aceh Besar menuju Meulaboh. Di sana, antara korban dan pelaku terlibat percakapan mengenai kejelasan hubungan mereka.

"Di kawasan Lhoknga, teman korban DS yang merasa takut akhirnya turun, perjalanan akhirnya dilanjutkan. Setiba di kawasan Lhoong, Aceh Besar, korban dipaksa untuk mencium pelaku namun korban menolak," katanya.

Pelaku kemudian mengancam korban menggunakan pisau dan menyuruh korban untuk membuka pakaiannya. Jika permintaan itu ditolak, kata Agus pelaku akan mengundang teman-temannya untuk memperkosa korban serta menusuk korban.

"Pelaku sempat menghentikan mobilnya dan menyuruh korban turun, tetapi korban tidak mau turun karena takut dengan kondisi jalan yang sepi di daerah Lamno, Aceh Jaya," kata Agus.

Drama pemerkosaan ini pun terus berlanjut. Tersangka SJ, melajukan kembali mobilnya ke arah Meulaboh yang kemudian merebahkan kursi mobil yang diduduki korban. Tersangka SJ langsung membuka pakaian korban secara paksa lalu mengancam korban menggunakan senjata Air Gun yang dimiliki.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, tersangka SJ mengantar Mawar pulang ke rumah dengan catatan ajakan "jalan-jalan" untuk kedepannya dipenuhi korban.

Saat ini, tersangka SJ dan barang bukti diamankan di Mapolda Aceh Polisi masih terus melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kasus ini. Pasalnya, diduga pelaku telah berulang kali melakukan hal yang sama terhadap korban yang berbeda dengan merenggut kesuciannya.

“Tersangka dijerat Pasal 289 KUHP tentang Pemerkosaan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara dan Undang-undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara," tambah Kombes Pol Agus Sarjito.

Untuk diketahui, menembak juga merupakan salah satu cabang olahraga di Indonesia. Senjata yang digunakan untuk cabang olahraga menembak pun beragam, seperti senjata Air Soft Gun (replika) yang tergolong dalam kelas menembak reaksi.

Senjata Air Soft Gun, biasanya memiliki peluru (bullet) yang terbuat dari plastik. Sementara Air Gun, merupakan jenis senjata yang tergolong berbahaya karena menggunakan peluru berkaliber 4,5mm ke atas yang terbuat dari timah, tembaga atau pun baja.

Senjata olahraga tidak dapat dibawa sembarangan jika tidak berkepentingan. Senjata ini hanya dapat dibawa jika hendak digunakan untuk berolahraga (menembak).

Hal itu juga disebutkan dalam Undang-undang yang mana seseorang dapat dipidana jika disalahgunakan, terlebih lagi jika digunakan untuk melakukan tindak kriminal.

Rubrik: