Breaking News

Musda KNPI Pidie Ricuh

Musda KNPI Pidie Ricuh
Musda KNPI Pidie Ricuh.(Foto: ist)

Metropolis.id Musyawarah Daerah (Musda) DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pidie ke XIII yang laksanakan di Oproom Kantor Bupati Pidie, Senin (14/6/2021), sempat ricuh.

Dalam Musda KNPI Pidie di hari kedua tersebut, sempat diwarnai berbagai instrupsi yang mengakibatkan terjadinya aksi saling dorong antar peserta. 

“Aksi saling dorong sesama perserta musda tidak berkaitan dengan proses sidang yang sedang berjalan," kata Ketua Pimpinan Sidang Musda DPD KNPI Pidie XIII, Hidayat Almardi.

Menurutnya, kejadian itu terjadi akibat miskomunikasi seluruh peserta.

"Gesekan antar sesama peserta terjadi saat penetapan calon ketua yakni Saudara Muhammad Fajri dan Zulkifli yang lolos pada putaran kedua," katanya.

Pada saat itu katanya, seluruh peserta sudah sepakat untuk penyampaian visi dan misi calon ketua dan diberi waktu sekitar 5 menit, tapi keributan tidak dapat dihindari.

“Saya mengukui ada peserta yang mengiterupsi sidang untuk dilakukan skor, karena kami melihat pada saat itu bukan waktu istirahat atau shalat ashar (ishoma) maka tetap kita lanjutkan sidang,” tambahnya.

Pelaksanaa Musda DPD KNPI Pidie ke XIII tersebut, kata dia, sudah memasuki sidang pleno kelima. Dari pleno kelima tersebut, sudah ada hasil di putaran pertama. 

Terdapat dua calon yang lolos yakni Muhammad Fajri dengan memperoleh 51 suara, kemudian disusul Zukifli 41 suara. 

“Sedangkan saudara Mustafa Kamal dan Indra Abidin tidak ada suara, terdapat tiga suara yang rusak, sehingga Muhammad Fajri dan Zulkifli telah memenuhi kuota 20 persen suara sah dari total 95 hak suara pada putaran pertama dan berhak dilanjutkan ke putaran ke dua,” jelasnya.

Akibat kericuhan di ruang pleno antar sesama peserta, pihaknya menunda proses sidang.

Rubrik:Pidie