Miris, Lahan Peternakan di Aceh Tamiang Hilang Puluhan Hektare

Miris, Lahan Peternakan di Aceh Tamiang Hilang Puluhan Hektare
Eks tempat penggemukan sapi di Aceh Tamiang.

KUALA SIMPANG, metropolis.id Luas lahan kawasan peternakan yang berada di Desa Alur Jambu, Kecamatan Bandar Pusaka Kabupaten Aceh Tamiang saat ini hanya tersisa seluas 4,1 hektare. Sebelumnya, lahan tersebut seluas 40 hektare.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanbunak) Kabupaten Aceh Tamiang, Yunus ketika ditemui metropolis.id, Senin (11/1/2021) kemarin.

"Dulu lahan tersebut seluas 40 hektare diberikan oleh salah satu pengusaha perkebunan kelapa sawit, namun disebabkan pemda lamban mengurusnya, sekarang tinggal 4 hektare luas lahan tersebut," kata Yunus.

Akibatnya, lahan tersebut banyak diserobot oleh masyarakat. Namun Pemkab Aceh Tamiang melalui Distanbunak tetap membangun tempat penggemukan sapi pada 2011 lalu, meski program itu tidak berjalan lama.

"Di 2012 sudah mulai kami fungsikan untuk pertama kalinya, namun seiring berjalannya waktu, hasilnya tidak sepadan, sebab kalah dibiaya operasional," katanya.

Sehingga, Yunus mengaku, pihak dinas pada saat itu memutuskan untuk menutupnya.

Menurutnya, pihaknya merugi pada saat itu disebabkan penggemukan sapi jenis Brahman Cross dan Bali sangat besar biayanya. Sehingga harga beli dengan harga jual tidak sebanding.

"Dan alasan itulah yang membuat pihak dinas harus menutup kegiatan penggemukan sapi tersebut," ujarnya.

Di samping itu, faktor ketersediaan rumput sebagai pakan ternak dan air tidak mencukupi. Di tambah lagi dengan luas lahan yang ada saat ini.

Sementara menurutnya, salah satu kebutuhan yang penting dalam proses penggemukan sapi adalah air dan rumput.

"Kemudian faktor anggaran yang dibutuhkan saat itu tidak tersedia," katanya.

Namun demikian, Yunus mengaku pihaknya akan segera melakukan alih fungsi terhadap lokasi itu.

"Itupun kami harus melakukan pertimbangan yang matang sebelumnya. Kemudian melakukan koordinasi dengan Pemkab Aceh Tamiang dan pemerintah provinsi," ujarnya.

Disinggung apa rencana alih fungsi yang akan dilakukan pihak dinas sendiri, Yunus mengaku akan membuat pengembangan sapi di lokasi tersebut.

Berdasarkan amatan metropolis.id di lokasi, terlihat bangunan tersebut sudah mulai lusuh, akibat bertahun-tahun tidak difungsikan. Terlihat sebagian pintu pagar yang rusak.

Rubrik:Aceh Tamiang
Iklan bireuen