Lebaran SBA

Mencecap Manisnya Laba Kurma saat Ramadhan

Mencecap Manisnya Laba Kurma saat Ramadhan

Rasulullah SAW berpesan: ”Apabila salah seorang di antara kalian berbuka, hendaklah berbuka dengan kurma, karena dia adalah berkah, apabila tidak mendapatkan kurma maka berbukalah dengan air karena dia adalah bersih.’ (HR. Tirmidzi dan Abu Dawud)

Bagi masyarakat beragama Islam, buah kurma tentunya sudah tidak asing lagi. Buah yang memiliki rasa manis dan kaya serat ini pasti naik pamor saat Ramadhan.

Gak heran sih. Pasalnya, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat-Nya mengonsumsi buah kurma setelah berbuka puasa. Bahkan, konsumsi kurma setiap hari, terutama di pagi hari, juga disebutkan dalam hadis.

Memasuki bulan Ramadan, penjualan buah kurma di Indonesia khususnya di Provinsi Aceh meningkat drastis. Selain sebagai makanan pembuka buka puasa yang dianjurkan agama, buah kurma juga dapat membantu menjaga imunitas tubuh.

Naiknya jumlah permintaan buah yang mengandung vitamin B ini menjadi berkah tersendiri bagi pedagang buah kurma di pasar Kota Langsa, Aceh. Dari pedagang tetap hingga pedagang musiman. 

Kamis sore kemarin (15/4/2021), suasana pasar Kota Langsa tidak seperti hari biasanya. Pasar yang biasanya sepi pengunjung ketika sore, kini terlihat sangat ramai. Tak hanya itu, lorong pasar yang biasanya lapang dan dapat di lintasi sepeda motor, kini hanya dapat dilewati orang dengan berjalan kaki. 

Meja - meja berukuran rata-rata 1,5 x 1 meter yang biasanya tidak ada, tampak tersusun rapi di sepanjang lorong di pasar itu. Dari balik meja itu, samar terdengar suara ramah keluar dari mulut para pedagang musiman memanggil setiap pengunjung yang datang, tawarkan masing-masing jajanan yang mereka jajakan. 

Suasana pasar di Kota Langsa seperti ini akan selalu dapat ditemui ketika memasuki bulan Ramadhan seperti sekarang ini. Para pedagang musiman akan menjamur di setiap sudut kota. 

Di hari ketiga Ramadhan, saya berjalan menyusuri sudut pasar, hanya sekedar menunggu waktu berbuka puasa. Setelah beberapa saat berjalan di antara riuhnya para pedagang dan pengunjung, mata saya tertuju ke beberapa para pedagang buah kurma. Dan hampir setiap sudut saya melihat ada yang menjual buah khas Timur Tengah itu. Dari yang di toko hingga di lapak pedagang musiman. 

Buah yang biasanya sulit ditemukan pada hari-hari biasa, kini dengan mudah dapat ditemukan. Dan itu bukan suatu hal yang aneh jika kurma menjamur di saat bulan Ramadhan. 

Kurma bahkan seakan menjadi magnet pencetak rupiah bagi sebagian para pedagang, sehingga menjadi pilihan untuk dijajakan pada saat bulan Ramadhan. 

Tak ayal, banyak para pedagang kurma musiman menjamur di pasar Kota Langsa saat bulan Ramadhan. Sebab, buah kurma sendiri diyakini umat muslim sebagai salah satu makanan buah yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk dikonsumsi selama menjalani puasa. 

Maka itu, buah ini selalu menjadi buruan masyarakat muslim dunia, termasuk masyarakat Aceh, khususnya Kota Langsa di saat bulan ramadhan. Tidak sedikit pula orang yang beranggapan, menjalankan ibadah puasa kurang afdal (sempurna) jika tidak mengkonsumsi buah kurma. 

Sehingga, wajar jika biasanya para pembeli kurma setiap hari selalu memadati kios-kios penjualan kurma yang ada di pasar Kota Langsa. Tak hanya itu, permintaan buah kurma pun menjadi meningkat dibandingkan hari biasa, puluhan pembeli silih berganti berdatangan, yang datang pun cukup beragam, mulai pembeli eceran maupun beli grosiran untuk dijual kembali.

Alasan itulah yang membuat sebagian orang memilih untuk berbisnis buah kurma saat Ramadhan. Sebab, mereka beranggapan kurma akan selalu dicari dan dibeli orang. Jadi, tidak ada istilah kurma yang dijual itu tidak laku. 

Jawaban itulah yang saya dapatkan ketika saya memberikan pertanyaan alasan mereka memilih berbisnis kurma di bulan Ramadhan. 

Seperti salah satu pedagang kurma musiman di Kota Langsa, Saiful Bahri (40). Ia mengaku omzet yang didapatkan berjualan kurma saat Ramadhan lumayan, dibandingkan berjualan jenis bukaan puasa lainnya. 

Bahkan, setiap tahun selama Ramadhan Ia dapat meraup keuntungan rata-rata berkisar Rp 2 juta hingga Rp 4 juta selama satu bulan. Bahkan, ia mengaku, situasi pandemi yang melanda saat ini tidak mempengaruhi penjualan kurma di saat Ramadhan. 

"Saat bulan puasa saya jualan kurma, karena selalu banyak orang yang membeli. Kalau hari biasa saya jualan lain," katanya.

Untuk harga jual kurma dalam perkilogramnya, Saiful mengaku bervariasi, Rp 45 ribu hingga Rp 80 ribu perkilogramnya, tergantung jenis. "Untuk yang saya jual ini kurma yang standar, atau yang biasa," katanya. 

Halaman12
Rubrik: