Breaking News

ADVETORIAL

Membangun Perekonomian Masyarakat Aceh Besar Melalui BUMG

Membangun Perekonomian Masyarakat Aceh Besar Melalui BUMG

BUPATI Aceh Besar Ir Mawardi Ali menilai hadirnya Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) merupakan modal penting untuk mendukung dan memajukan perekomian masyarakat.

Sebab itu, Mawardi Ali mengajak para geuchik (kepala desa) di Aceh Besar untuk memajukan perekonomian gampong dengan membangun dan mengembangkan ragam usaha BUMG di setiap desanya.

Mawardi memastikan, hadirnya BUMG akan merangsang tumbuhnya industri kerakyatan dan lahirnya berbagai produk lokal untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun kompetitif di pasarkan secara luas.

Menurutnya, konsep membangun daerah dari desa harus didukung dengan BUMG yang bagus. Karena BUMG yang hebat akan dikuatkan oleh UKM dengan produk-produk lokal yang luar biasa.

“Mewujudkan desa mandiri merupakan sebuah visi dan misi Pemkab Aceh Besar. Artinya, mandiri desa dan mandiri masyarakatnya. Pak bupati menginginkan dana desa itu tak hanya melulu soal pembangunan, tapi juga berdampak pada perekonomian masyarakat,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Aceh Besar, Carbaini SAg, beberapa waktu lalu.

Carbaini menjelaskan, pertumbuhan suatu daerah berjalan seiring dengan pertumbuhan perekonomiannya.

Setiap daerah tentu memiliki potensi dan sumber daya masing-masing, yang tidak hanya dalam bentuk fisik dan fiskal saja, tetapi juga mencakup faktor demografi, sosial, kebudayaan, lingkungan, kapasitas pemerintahan, dan sebagainya. Kekayaan dan potensi daerah inilah yang perlu dikelola dengan mengedepankan kerja-sama diantara pemangku kepentingan.

Kepemimpinan Mawardi Ali dan Tgk Husaini A Wahab, kata Carbaini, menginginkkan setiap desa di Aceh Besar memiliki BUMG. Ini bertujuan untuk mengakomodir usaha masyarakat yang ada di setiap desa, sehingga bisa berkembang yang nantinya bermuara pada meningkatnya taraf perekonomian masyarakatnya.

“Fungsi BUMG ini sangat banyak untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Salah satunya bisa jadi tempat bagi masyarakat untuk meminjam modal usaha dan lain-lain. Dengan demikian perekonomian masyarakat akan meningkat dan jumlah pengangguran akan berkurang,” kata Carbaini.

Kabupaten Aceh Besar, papar Carbaini, memiliki 604 desa. Dari jumlah itu, 524 desa diantaranya sudah memiliki BUMG.

“Hanya 80 desa yang belum ada BUMG. Dan ini sedang kita pacu pembentukannya agar disegerakan sesuai keinginan pak bupati,” kata Carbaini.

BUMG yang sudah terbentuk itu, sambung Carbaini, diharapkan akan menjadi lokomitif dan sentra perekonomian masyarakat.

“Karena, BUMG merupakan usaha yang lahir dari kebutuhan masyarakat di setiap desa, sehingga diharapkan bisa memacu roda peerekonomian masyarakat,” katanya.

Namun demikian, lanjut dia, karena BUMG merupakan urusan yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan, maka harus dikontrol dengan baik, bentuk program, penyertaa modal desa, pengelolaan sampai pada pertanggungjawaban.

“Majunya BUMG tergantung dari manajemen kepala desa. Sehingga kepala desa harus memiliki visi-misi bisnis mendukung UKM di desanya,” tuturnya.

BUMG Pendukung Program GARAB MAPAN

Sekretaris DPMG Aceh Besar, Rahmadaniaty mengatakan bahwa Pemkab Aceh Besar kini tengah mendorong daerahnya menjadi daerah yang berketahanan dan mandiri pangan.

"Ketahanan pangan di sektor pertanian, peternakan dan perikanan kita dorong untuk dikembangkan oleh BUMG, sekaligus mendukung Program GARAB MAPAN," ujar Rahmadaniaty, saat melakukan eksplore dan supervisi terhadap BUMG di Kecamatan Lhoknga dan Lhoong yang bergerak di bidang ketahanan pangan beberapa waktu lalu.

Perkembangan BUMG tersebut, sambung Mimi—sapaan Rahmadaniaty— diharapkan mampu meningkatkan pangan dan secara langsung dapat meningkatkan perekonomian masyarakat serta mendukung Program Gerakan Aceh Besar Mandiri Pangan.

Garab Mapan, kata dia, merupakan program yang digagas Pemerintah Aceh Besar untuk mendorong lumbung pangan daerah terus bergerak agar terus berkembang dan maju supaya terwujudnya Aceh Besar Mandiri Pangan.

"BUMG sektor pertanian, peternakan dan perikanan akan mendukung Garab Mapan," kata Mimi, didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat DPMG Aceh Besar, Ikhsan SE dan TAP3MD Aceh Besar, Emirza. [***]

Rubrik: