Mei Diprediksi Awal Musim Kemarau tapi Aceh Banjir, Apa yang Terjadi?

Mei Diprediksi Awal Musim Kemarau tapi Aceh Banjir, Apa yang Terjadi?
Kondisi pasca banjir bandang yang menghantam pemukiman warga di Kampung Paya Tumpi Baru, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (14/5/2020)(KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIA SP)

METROPOLIS.id | Bencana banjir bandang melanda Kampung Paya Tumbu Baru, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Provisi Aceh pada Rabu, (13/5/2020).

Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) sempat mengeluarkan prediksi sebagian besar wilayah Indonesia akan memasuki periode musim kemarau pada awal Mei 2020 ini.

Namun, hingga saat ini, sejumlah wilayah justru masih mengalami hujan. Bahkan hujan turun dengan intensitas lebat, hingga berakibat meluapnya air yang menyebabkan banjir dan bencana lainnya, salah satunya yang terjadi di Aceh.

Lantas apakah bulan Mei ini musim kemarau sudah terjadi di Indonesia?

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, Miming Saepudin menjelaskan prediksi awal musim kemarau di bulan Mei 2020 itu tetap berlaku.

Akan tetapi, awal musim kemarau ini tidak serentak di seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

"Awal musim kemarau di wilayah Indonesia bervariasi dan tidak terjadi dalam waktu bersamaan," kata Miming kepada Kompas.com, Kamis (15/5/2020).

Di mana sebagian besar wilayah Indonesia yaitu sekitar 38,3 persen, dari jumlah zona musim (ZOM) diprediksikan akan memasuki periode awal musim kemarau pada bulan Mei 2020.

"Dan ini berarti bahwa selama bulan Mei masih ada sebagian wilayah Indonesia yang dikategorikan masih dalam periode basah atau transisi," jelasnya.

Berdasarkan update Dasarian I Mei 2020, saat ini baru 18,71 persen wilayah ZOM yang sudah dikategorikan masuk dalam musim kemarau, dan sisanya masih dikategorikan masih periode basah.

Ditegaskan Miming, musim kemarau itu bukan berarti tidak akan ada hujan sama sekali. Melainkan, hujan masih mungkin bisa terjadi sesekali atau curah hujannya turun tidak intens dan intensitasnya juga bervariasi.

"Sesekali hujan masih mungkin dapat saja terjadi di musim kemarau, tapi biasanya dalam skala yang pendek," jelasnya.

Hujan yang terjadi di musim kemarau, akan dipicu dinamika atmosfer yang signifikan dalam skala lokal yang kuat. Seperti pusat tekanan rendah, Madden Julian Oscillation (MJO) atau gelombang atmosfer, maupun faktor lokal lainnya.

Menurut BMKG Kondisi musim kemarau di Aceh Miming mengungkapkan untuk wilayah Aceh, periode awal musim kemarau juga cukup bervariasi.

Untuk wilayah Aceh bagian Pesisir Timur, awal musim kemarau umumnya sudah mulai pada bulan Maret hingga April. Wilayah Aceh bagian Tengah, awal musim kemarau bervariasi mulainya antara akhir Mei hingga awal Juni 2020.

Sedangkan, di wilayah Aceh bagian Pesisir Barat tipe hujannya relatif selalu tinggi sepanjang tahun. Sehingga, wilayah ini sulit dikategorikan masuk pada periode kemarau atau hujan, dan disebut dengan wilayah Non-ZOM.

BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai angin kencang dan kilat atau petir yang berpotensi terjadi di Aceh hingga 3 hari ke depan. Banjir bandang di Aceh terjadi pada Rabu sore, di tengah kondisi hujan deras. Akibat bencana ini, puluhan rumah mengalami kerusakan dan sejumlah mobil ikut hanyut terbawa banjir.

Rubrik:Daerah
Sumber:kompas.com