Lebaran SBA

Marak Pengeboran Minyak Ilegal di Aceh Tamiang, Kadis ESDM: Tidak Dibenarkan dengan Alasan Apapun

Marak Pengeboran Minyak Ilegal di Aceh Tamiang, Kadis ESDM: Tidak Dibenarkan dengan Alasan Apapun
Kadis ESDM Aceh, Mahdinur (Foto:IST)

metropolis.id Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Mahdinur menyebut, aktifitas pengeboran minyak mentah secara manual yang dilakukan warga di Kabupaten Aceh Tamiang tidak dibenarkan dengan alasan apapun. 

"Selama itu dilakukan secara ilegal tetap dilarang, dan untuk sanksi adalah pidana. Terlebih apa yang dilakukan mereka melakukan pengeboran baru," sebut Kadis ESDM Aceh, Mahdinur kepada metropolis.id melalui sambungan telepon, Rabu, (28/4/2021). 

Menurutnya, kegiatan penambangan minyak hanya boleh dilakukan masyarakat terhadap sumur minyak tua peninggalan zaman belanda, atau sumur yang tidak di eksploitasi oleh pihak Pertamina. Bukan melakukan pengeboran baru.

"Sebab secara regulasi, itu sudah ada diatur dalam undang-undang atau permen, dan boleh dilakukan," katanya. 

Kemudian, sambung Mahdinur, hasil minyak tersebut nantinya dijual kepada Pertamina, dan sebelumnya juga mereka juga harus membuat koperasi terlebih dahulu. 

Sebelumnya, Mahdinur mengaku, jika pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan ilegal drilling.

Sebab, aktifitas tersebut sangat berbahaya terhadap keselamatan mereka sendiri juga lingkungan. 

"Tetapi, jika kenyataannya saat ini masih terus ada tumbuh dan kembang aktivitas tersebut dilakukan warga, itu diluar tanggung jawab kami, ranahnya sudah ke penegak hukum. Sebab undang-undangnya sudah jelas," katanya. 

Untuk itu, ia kembali menegaskan, aktifitas penambangan atau pengeboran minyak dengan membuka sumur baru secara tradisional oleh warga merupakan kegiatan yang melanggar hukum, kendati penambangan dilakukan di atas tanah mereka sendiri. 

Sebelumnya, aparat Kepolisian Sektor (Polsek) Tamiang Hulu, Polres Aceh Tamiang, menghentikan pengeboran minyak ilegal yang dilakukan warga di Kecamatan Tamiang Hulu, tepatnya di Kampung Alur Tani II. 

Pada saat melakukan penutupan pada Senin, 19 April 2021 lalu, polisi hanya menemukan lokasi sumur tidak bertuan ditinggal pemiliknya.

Rubrik:Aceh Tamiang