Manfaatkan DD, Pemdes Perlak Peudaya Bangun Ekonomi Masyarakatnya Melalui Peternakan

Manfaatkan DD, Pemdes Perlak Peudaya Bangun Ekonomi Masyarakatnya Melalui Peternakan
Badan Usaha Milik Gampong Perlak Peudaya, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie mengembangkan potensi peternakan sapi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.(METROPOLIS.id/GEBRINA)

SIGLI, METROPOLIS.id Keberadaan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) sejatinya harus mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Karenanya, BUMG dituntut untuk terus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat desa.

Seperti halnya yang dilakukan oleh BUMG di Gampong Perlak Peudaya, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie yang mengembangkan potensi peternakan sapi.

Melalui Dana Desa (DD), Pemerintah Gampong Perlak Peudaya mengalokasikan anggaran untuk pengembangan usaha peternakan sapi melalui BUMG. Idenya sederhana tetapi membahana, karena mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan Pendapatan Asli Gampong (PAG).

Bendahara BUMG Perlak Peudaya, M Husaini saat bincang-bincang dengan metropolis.id mengatakan, dipilihnya program penggemukan sapi karena merupakan hasil rembug dengan warga.

“Inisiatif dari mayoritas penduduk yang bekerja sebagai petani dan memelihara ternak untuk membangun ekonomi masyarakat,” kata M Husaini, Sabtu (27/6/2020).

Masyarakat, kata dia, sangat antusias melaksanakan program penggemukan sapi setiap 3 (tiga) bulan harus sudah dijual itu.

“Selain keuntungan pribadi, mereka juga bisa membangun desa melaui program ini,” katanya.

Program penggemukan sapi ini, kata Husaini, sudah berjalan sejak tahun 2017 lalu. Pemerintah gampong, kata dia, awalnya mengalokasikan dana Rp100 juta untuk pengembangan usaha melalui peternakan sapi melalui BUMG.

“Sejak tahun 2017 hingga sekarang sudah dilaksankan dua tahap. Awalnya kegiatan ini difokuskan untuk setiap KK di Gampong Perlak Peudaya, karena ada beberapa masyarakat yang tidak mampu melaksanakan, akhirnya perangkat desa memutuskan untuk memberikan program ini kepada siapa yang mampu dan mau saja” katanya.

“Saat ini ada 9 warga yang memanfaatkan program ini dengan jumlah tenak 18 ekor. Ada warga yang memelihara satu sapi, ada juga yang sampai tiga ekor. Sesuai kempuan.”

Sejak digulirkan program ini, kata dia, banyak keuntungan yang diperoleh baik dari segi pendapatan gampong maupun perdapatan masyarakat.

“Keuntungannya tergantung penjualan. Biasanya kisaran Rp2 juta untuk satu hewan ternak. Setelah dipotong 25% untuk PAG, selebihnya untuk masyarakat yang memelihara,” katanya.

Syahrul, salah satu masyarakat yang memanfaatkan program ini mengaku banyak menerima keuntungan dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat tersebut.

“Saya rasa ini  tidak sulit, karena dana sudah ada dari desa. Kita masyrakat hanya melaksanakan saja, pun tidak ada program ini juga sudah terbiasa memelihara hewan ternak. Ini menjadi peluang besar untuk kami meningkatkan perekonomian,” kata Syahrul.

Untuk menjalankan progam ini, kata Syahrul, masyarakat penerima membuat perjanjian piket jaga malam, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti pencurian dan laiinya.

“Kami juga membuat perjanji jika hewan yang dipelihara mati dengan sendirinya, maka ini bukan tanggungjawab kami. Akan tetapi jika sebaliknya hewan mati karena kelapaaran, maka ini harus adanya pertanggungjawaban atauganti rugi, supaya tidak ada unsur main-mainnya,” katanya.

Sahrul berharap, dengan adanya program desa ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus meningkatkan potensi yang ada di masyarakat Gampong Perlak Peudaya.  

Rubrik:PIDIE