Lebaran SBA

Layanan Publik di Aceh Utara Mengkwatirkan, Ini Pesan Ombudsman Aceh

Layanan Publik di Aceh Utara Mengkwatirkan, Ini Pesan Ombudsman Aceh

Metropolis.id Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr. Taqwaddin Husin, melakukan pertemuan dengan Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib, Jumat (30/4/2021).

Pertemuan yang berlangsung di Pendopo Bupati Aceh Utara itu dalam rangka melakukan investigasi, klarifikasi dan menyampaikan saran terkait beberapa permasalah pelayanan publik Kabuputen Aceh Utara berdasarkan laporan masyarakat ke Ombudsman Perwakilan Aceh.

"Terdapat beberapa permasalahan terkait pelayanan publik di Aceh Utara yang kami anggap penting disampaikan secara langsung kepada bapak bupati beserta jajarannya," kata Taqwaddin.

Taqwaddin menyebut permasalahan pelayanan publik di Aceh Utara yakni, pelayanan damkar, batas Kecamatan Tanah Luas dengan Paya Bakong, kineria apratur desa yang tidak transparan dalam pengelolaan dana desa.

“Dari Seluruh permasalahan ini, kami menyarakan pada Pemkab Aceh Utara secepatnya mengambil langkah terbaik dan menyelesaikan seluruh permasalahan dengan cara bermartabat,” ujarnya.

Kata dia, Ombudsman Perwakilan Aceh pada Juni 2021 akan melaksanakan penilaian terhadap pemenuhan standar pelayanan publik untuk seluruh kabupaten di Aceh.

Untuk itu, pihaknya lebih dulu memastikan seluruh tempat pelayanan publik sudah masuk standartnya.

“Kami mengharap seluruh pelayanan publik yang masih bermasalah untuk dilakukan perbaikan, sehingga pelaksanaan penilaian memnuhi standar pelayanan,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi masukan dari tim Ombudsman terkait permaslahan layanan publik di Aceh Utara.

 Bupati yang biasa disapa Cek Mad ini mengaku, pihaknya akan menugaskan beberapa staf Pemkab Aceh Utara untuk mengikuti bimtek Ombudsman, sehingga Aceh Utara akan siap dengan zona hijau untuk kategori standar pelayanan publik.

“Kami berterimakasih atas masukan ini, dan kami akan mencari jalan keluar terkait permasalahan pelayanan publik yang selama ini sangat meresahkan masyarakat Aceh Utara,” tutupnya.

Rubrik:Metro Aceh