Kota Mati dan Teriakan 'Wuhan Jiayou' yang Bikin Merinding

Kota Mati dan Teriakan 'Wuhan Jiayou' yang Bikin Merinding
Suasana di Wuhan China. ©2020 Merdeka.com

METROPOLIS.id | Wuhan kini layaknya kota mati. Kota yang dulunya ramai akan masyarakat berlalu lalang, kini sepi dan sunyi. Matinya kota metropolis ini merupakan dampak dari penyebaran virus corona baru yang mematikan.

Diketahui, virus corona baru dipercaya berasal dari Kota Wuhan. Sejumlah masyarakat lantas terjebak di Kota Wuhan akibat keputusan pemerintah China untuk menutup akses dari dan menuju kota ini. Kendati begitu, warga Wuhan bersama-sama saling memberikan dukungan.

Salah satu caranya yakni meneriakkan dukungan semangat kepada masyarakat Wuhan keseluruhan. Teriakan mereka sukses membuat siapa saja yang mendengarnya merinding. Simak ulasan informasi mengenai Kota Wuhan selama terinfeksi virus corona berikut ini.

Wuhan Menjadi Kota Mati

Melansir dari video akun YouTube South China Morning Post, Rabu (29/1), Kota Wuhan kini terlihat sepi layaknya kota mati. Sejumlah ruas jalan juga tidak menampakkan kendaraan ataupun warga yang berlalu lalang.

Kondisi ini terkait dengan virus corona yang belum membaik hingga Senin (27/1). Berjalannya waktu, Kota Wuhan terlihat semakin gelap. Tampak tidak ada kehidupan di kota metropolis ini.

"Saya melewati kota, sepanjang jalan saya melihat keadaan sepi enggak seperti biasanya kota Wuhan ramai dan penuh. Tapi ini waktu itu sudah sepi seperti kota mati," ujar Siti, salah satu WNI asal Aceh.

Pemilik Toko Pilih Menutup Gerai

YouTube @South China Morning Post 2020 Merdeka.com
YouTube @South China Morning Post 2020 Merdeka.com

Tidak hanya itu, sebagian besar toko memutuskan untuk menutup gerainya. Dihimpun dari South China Morning Post, pemerintah China telah memutuskan untuk menutup akses Kota Wuhan sejak 23 Januari lalu.

"Sepi. Toko-toko masih banyak yang tutup ataupun buka di jam-jam tertentu," sambung Siti.

Tidak Ada Aktivitas Luar Ruangan

YouTube @South China Morning Post 2020 Merdeka.com

Tak ayal, Kota Wuhan sekarang tidak menampakkan aktivitas luar ruangan seperti biasanya. Padahal, Kota Wuhan di setiap tahun China atau Imlek kerap menyelenggarakan perayaan pesta kembang api.

Sayang, perayaan tahun ini harus mereka lalui hanya di dalam rumah. Sebab, pemerintah China telah melarang keras mengadakan acara perayaan apapun di Kota Wuhan saat ini. Dilansir dari video akun YouTube Rio Alfi, hanya petugas kebersihan dan keamanan saja yang kerap berada di luar rumah.

Puluhan WNI Terjebak di Wuhan

YouTube @South China Morning Post 2020 Merdeka.com

Melansir dari Liputan6.com, Rabu (29/1), setidaknya hampir 100 WNI atau Warga Negara Indonesia terjebak di Kota Wuhan saat ini. Dari jumlah keseluruhan, diketahui sekitar 93 orang merupakan mahasiswa asal Indonesia.

Namun, angka tersebut masih belum termasuk masyarakat Indonesia lainnya yang kebetulan berada di Wuhan saat lockdown diterapkan. Tentu saja, mereka semua turut merasakan dampak penutupan akses yang terjadi di Kota Wuhan.

Terjebak Antara Hidup dan Mati

Instagram @RT 2020 Merdeka.com

Terhitung sudah berminggu-minggu Kota Wuhan lumpuh akibat virus corona baru. Masyarakat juga kini tidak bisa keluar dari Kota Wuhan akibat lockdown atas perintah pemerintah China. Tak ada pilihan lain, semua warga Wuhan terjebak di kota terinfeksi ini.

Takut, sedih, marah hingga cemas selalu dirasakan oleh sebagian besar warga Kota Wuhan setiap harinya. Mereka seolah-olah sedang menanti takdir kehidupan selanjutnya seperti apa. Apakah terbebas oleh virus corona baru atau justru terinfeksi virus mematikan ini.

Teriakan Wuhan Jiayou Oleh Warga Wuhan

Instagram @RT 2020 Merdeka.com

Di tengah-tengah kecemasan, mereka masih terus memberikan dukungan semangat ke sesama warga Wuhan. Salah satu bentuk semangat mereka yaitu dengan meneriakkan slogan 'Wuhan Jiayou' yang berarti 'Semangat Wuhan'. Aksi ini terekam melalui sebuah video yang diposting oleh akun Instagram RT.

Dilansir dari akun Instagram, video singkat itu jelas menunjukkan semangat luar biasa mereka dalam menghadapi wabah virus corona. Terdengar jelas pula, tidak hanya satu atau dua orang saja yang berteriak namun juga sejumlah masyarakat Kota Wuhan.

"MasyaAllah, terharu sekali malam ini. Tepat pukul 21:15 gasengaja buka jendela, banyak banget teriakan dari masyarakat Wuhan yg bilang "????!" (Wuhan jiayou!) Yang artinya "Semangat Wuhan!" Seketika merinding, campur haru :')))," tulis akun Instagram ayulrast.

Saling Berikan Dukungan

Instagram @ayulrast 2020 Merdeka.com

Rupanya teriakan itu dilakukan untuk memberikan dukungan satu sama yang lain. Hampir seluruh warga Wuhan sama-sama berteriak 'Wuhan Jiayou'. Aksi ini juga bertujuan agar seluruh warga Wuhan tidak merasa sendiri dalam menghadapi virus corona mematikan ini.

"Teriakan ini dilakukan untuk saling support satu sama lain, seluruh warga Wuhan, biar kita ngga ngerasa sendirian?
Aku benar-benar kali pertama ngerasain pengalaman kaa gini. Semangat Wuhan, semangat teman-teman Indonesia, jiayou!???," sambung Ayu yang tertulis di dalam kolom keterangan.

Pemerintah Menutup Akses Kota Wuhan

2020 REUTERS/Thomas Peter

Sejak 23 Januari 2020, pemerintah China telah menutup segala akses Kota Wuhan. Setiap orang sudah tidak bisa lagi mengakses dari dan menuju Kota Wuhan ini. Keputusan ini diambil agar virus corona tidak menjadi pendemik global.

Sejumlah alat transportasi umum juga berhenti beroperasi. Baik itu bus hingga kereta metro yang kerap digunakan oleh warga China. Selain itu, fakta bila Kota Wuhan menjadi pusat tersebarnya virus corona baru (2019-nCov) membuat pemerintah mantap untuk menutup segala akses kota metropolis ini.

Data Terkini Korban Virus Wuhan

2020 Merdeka.com

Hingga Selasa (28/1) pukul 18.20, setidaknya sudah ada sekitar 4.515 kasus virus corona di China. Dari angka tersebut, 106 pasien virus corona meninggal dunia.

Ya, wabah ini pertama kali muncul pada 31 Desember 2019 lalu. Virus corona baru ini bermula di Kota Wuhan , Provinsi Hubei. Pemerintah China sendiri hingga kini masih berupaya menangani wabah virus mematikan ini.

Negara yang Terjangkit Virus Corona

Tidak hanya di China, sejumlah negara juga sudah terinfeksi virus corona baru (2019-nCoV). Setidaknya sudah ada 60 kasus di 17 lokasi yang berbeda. Berikut data terbarunya:

CNN

1. Hong Kong: 8 kasus
2. Thailand: 8 kasus
3. Makau: 5 kasus
4. Amerika Serikat: 5 kasus (1 kasus di Negara Bagian Washington, 2 kasus di California, 1 kasus di Arizona dan 1 kasus di Illinois)
5. Singapura: 5 kasus
6. Australia: 5 kasus
7. Taiwan: 4 kasus
8. Korea Selatan: 4 kasus
9. Jepang: 4 kasus
10. Malaysia: 4 kasus
11.Prancis: 3 kasus
12. Vietnam: 2 kasus
13.Kamboja: 1 kasus
14. Sri Lanka: 1 kasus
15. Nepal: 1 kasus
16. Jerman: 1 kasus
17. Kanada: 1 kasus

Rubrik:Global
Sumber:MERDEKA.COM