Kembali Masuk Zona Merah, Warga Banda Aceh Dilarang Gelar Pesta Pernikahan

Kembali Masuk Zona Merah, Warga Banda Aceh Dilarang Gelar Pesta Pernikahan
ilustrasi: Polisi membubarkan pesta pernikahan di Aceh Utara, Senin (30/3). (Foto: CNNIndonesia/Dok. Istimewa)

metropolis.id Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, melarang warganya menggelar pesta perkawinan serta kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Larangan itu dikeluarkan menyusul ditetapkan status zona merah covid. Penetapan zona merah ini karena peningkatan kasus dalam dua minggu terakhir.

"Untuk mencegah penyebaran dan memutuskan mata rantai Covid-19, diminta semua bentuk kegiatan yang menimbulkan kerumunan seperti pesta perkawinan, sunatan serta acara lainnya agar ditunda dulu untuk sementara waktu," kata Ketua Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Kepala BPBD Kota Banda Aceh Rizal Abdillah, Rabu (9/6/2021) dalam surat yang ditujukan kepada camat se Kota Banda Aceh.

Surat yang ditujukan kepada camat se Kota Banda Aceh. (Foto: IST)

Dalam surat itu, tidak disebutkan batas waktunya. Kegiatan masyarakat dapat dilaksanakan kembali bila Kota Banda Aceh keluar dari zona merah.

Sebelumnya, dalam rangka mengendalikan penyebaran covid-19, Pemerintah Kota Banda Aceh mengeluarkan aturan berupa Instruksi Wali Kota.

Instruksi tersebut berisi tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM) dan meminta agar masyarakat mengoptimalkan posko penanganan di tingkat gampong.

Baca: Banda Aceh Zona Merah Covid, Wali Kota Minta Camat Perkuat PPKM Gampong

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman meminta para camat untuk memperkuat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di 90 gampong (desa) yang ada di Banda Aceh.

Para camat bersama-sama keuchik (kepala desa) juga diminta untuk mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di tingkat gampong hingga dusun guna mengendalikan penyebaran penyakit yang disebabkan oleh virus Corona tersebut.

Instruksi Wali Kota ini menindaklanjuti Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 12 Tahun 2021 tentang perpanjangan PPKM dan Mengoptimalkan Posko Penanganan covid-19 di tingkat Gampong.

Menurut wali kota, kedua hal itu penting segera dilakukan karena Banda Aceh kembali masuk ke dalam zona merah Covid-19. Per 7 Juni 2021, penambahan kasus positif tercatat 45 orang. Sembuh 23 orang, meninggal 3 orang, dan 4 tenaga kesehatan ikut terpapar Covid-19.

“Banda Aceh saat ini sudah di zona merah, kasus terkonfirmasi positif dalam dua minggu ini naik signifikan. Ini perlu kewaspadaan kita semua. Karenanya pelaksanaan PPKM harus diperkuat,” tegas Wali Kota Aminullah, Rabu (9/6/2021).

Hinggat saat ini, total kasus terkonfirmasi positif di Ibukota Provinsi Aceh sudah mencapai 3634 orang, sementara yang sembuh 3055. Dan yang masih dalam perawatan sebanyak 454 orang dan yang meninggal 125 orang (Data Dinas Kesehatan Banda Aceh).

Rubrik:Banda Aceh
Hut pijay