Kecewa Kepemimpin Geuchik, Spanduk Protes Penuhi Sudut Gampong Kuta Bak Drien Abdya

Kecewa Kepemimpin Geuchik, Spanduk Protes Penuhi Sudut Gampong Kuta Bak Drien Abdya
Spanduk protes yang dipasang warga Gampong Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Barat Daya (Abdya).(Foto: IST)

BLANGPIDIE, metropolis.id Spanduk protes dan kekecewaan warga terpampang di sejumlah sudut Gampong Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Aceh Barat Daya (Abdya).

Berdasarkan informasi diterima metropolis.id, spanduk tersebut sudah ada sejak Jumat pagi (16/10/2020). Bahkan, keberadaan sejumlah spanduk itu kini sudah tersebar di sosial media seperti Facebook dan WhatsApp.

Dilihat metropolis.id, spanduk-spanduk itu dipasang oleh warga di sejumlah lokasi di persimpangan jalan dan jalan-jalan desa setempat dengan berbagai tulisan seperti “kecik Jahe (kepala desa jahil); turunkan kecik peukaru inong gob (turunkan kepala desa yang ganggu istri orang); kami menolak kecik asusila” dan sejumlah tulisan lainnya.

Hingga berita ini diunggah, metropolis.id belum berhasil mendapatkan keterangan dari Geuchik Gampong Kuta Bak Drien, Syarkani, terkait aksi protes yang dilakukan oleh warganya.

Sebelumnya pada Jumat pagi, ratusan warga Gampong Kuta Bak Drien juga berunjukrasa di kantor Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Baca: Ratusan Warga Geruduk Kantor Camat Tangan-Tangan, Desak Geuchik Kuta Bak Drien Dicopot

Dalam aksinya, mereka mendesak geuchik (kepala desa-red) Gampong Kuta Bak Drien, Syarkani, dicopot atau mundur dari jabatannya.

Fauzan, salah satu warga yang ikut dalam aksi itu mengatakan, unjukrasa damai itu merupakan bentuk kekecewaan masyarakat atas kepemimpinan Syarkani sebagai kepala desa.

Warga menilai, Syarkani gagal dalam menjalankan amanah, sehingga pemerintahan desa menjadi amburadur.

“Masyarakat tidak puas dengan kinerja geuchik, karena selama ini tidak aktif sebagai kepala desa. Sehingga banyak masalah yang terjadi di desa,” kata Fauzan kepada metropolis.id.

Rubrik:ABDYA