Kabur Usai Sidang, Tahanan Kejaksaan Agara Ditangkap Warga karena Diteriaki Maling

Kabur Usai Sidang, Tahanan Kejaksaan Agara Ditangkap Warga karena Diteriaki Maling

KUTACANE METROPOLIS.id | Seorang tahanan Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara kabur usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri setempat, Kamis (26/3/2020) petang kemarin.

Terdakwa berinisial D alias Makong itu membuat heboh seluruh pengunjung Pengadilan Negeri.

Namun, upaya Makong untuk menghirup udara bebas tidak berlangsung lama. Ia kembali tertangkap warga dan pegawai kejaksaan sesaat kemudian setelah diteriaki sebagai pencuri. Ia pun lalu dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara.

Informasi diterima METROPOLIS.id dari berbagai sumber menyebutkan, belakangan terdakwa dirujuk ke RSUD setempat karena tak sadarkan diri.    
     
Kajari Aceh Tenggara, Fitrah. SH dikonfirmasi wartawan membenarkan hal itu. Ia mengatakan, tersangka dilarikan ke rumah sakit karena tak sadarkan diri akibat diamuk massa ketika ditangkap saat berusaha kabur.
     
“Terdakwa diteriaki maling oleh warga. Mendengar teriakan maling, warga Pulonas spontan menangkap dan memassal terdakwa. Sehingga diamankan petugas untuk dibawa ke Kantor Kejaksaan Aceh Tenggara,” kata Fitrah.

Sempat beredar kabar di media sosial, terdakwa tak sadarkan diri karena diduga dianiaya oleh petugas kejaksaan. Menanggapi hal itu, Fitrah membantahnya.

"Jadi, tidak benar seperti yang disebarkan di sosial media jika terdakwa itu dianiaya oleh petugas Kejaksaan hingga tak sadarkan diri. Tetapi itu karena dimassal warga,” kata Fitrah. 

Kepada wartawan, Fitrah mengatakan akan melaporkan pemilik akun Facebook yang menuding bawahannya yang melakukan penganiayaan atau kekekrasan fisik terhadap terdakwa, hingga tak sadarkan diri.

Terpisah, Sekdes Kute Pulonas, Rahmat Selian dan beberapa warga lainnya saat ditemui wartawan membantah jika terdakwa D tak sadarkan diri karena diamuk massal.

“Warga hanya mengejar dan mengamankan tersangka, karena diteriaki maling oleh petugas. Bahkan saat dibawa petugas Kejaksaan dari Gang Mesjid, terdakwa kondisinya sehat-sehat saja. Jadi korban tak sadarkan diri bukan karena perbuatan warga,” ujar dia.

"Terakhir kami dengar terdakwa dilarikan ke rumah sakit karena tak sadarkan diri, itu diluar sepengetahuan warga. Tanyakan saja sama pihak Kejaksaan," tambahnya.

Terpisah, Ajwar, salah seorang kerabat terdakwa kepada wartawan mengaku kecewa dan heran melihat kondisi adiknya yang dilarikan pihak Kejaksaan ke Rumah sakit.

"Saat tertangkap kondisinya masih sehat, bahkan masih sanggup didudukkan di atas sepeda motor," kata dia.

Rubrik:Aceh Tenggara
PT SBA