Jangan Salah Maknai Minal Aidin Wal Faizin, Begini Ucapan Idul Fitri yang Benar

Jangan Salah Maknai Minal Aidin Wal Faizin, Begini Ucapan Idul Fitri yang Benar
Ilustrasi/copright shutterstock

METROPOLIS.id | Tak lama lagi, umat Islam akan merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H. Berbagai ucapan populer, termasuk ucapan minal ‘aaidiin wal faaiziin, tidak luput dikirimkan keluarga, sahabat dan kerabat. Padahal, arti minal aidin wal faidzin sesungguhnya bukan merujuk pada "mohon maaf lahir dan batin". Lalu apa sebenarnya arti minal aidin wal faidzin? Dan bagaimana ucapan selamat Idulfitri yang benar?

Minal aidin wal faidzin menjadi kalimat tahniah atau ucapan selamat yang lazim dituturkan saat Idulfitri. Kalimat ini kerap diucapkan saat saling bermaafan.

Namun, sebagian orang masih beranggapan bahwa arti minal aidin wal faidzin adalah "mohon maaf lahir dan batin". Arti minal aidin wal faidzin ini jelas menjadi salah kaprah.

Ucapan minal 'aidin wal-faizin ini menurut seorang ulama tidaklah berdasarkan dari generasi para sahabat ataupun para ulama setelahnya (Salafus Salih). Kalimat minal aidin wal faidzin ini mulanya berasal dari seorang penyair pada masa Al-Andalus, yang bernama Shafiyuddin Al-Huli, ketika dia membawakan syair yang konteksnya mengisahkan dendang wanita di hari raya.

Kalimat minal aidin wal faidzin diterjemahkan menjadi "semoga kita semua tergolong orang yang kembali dan berhasil". jadi arti minal aidin wal faidzin yang diucapkan saat Idul fitri adalah doa dan harapan agar kita semua menjadi golongan orang yang kembali ke fitrah atau suci.

Fitrah yang sejati itu mengandung kebaikan, kemuliaan, kejujuran, dan persaudaraan. Bererhasil memiliki makna dalam berpuasa kita berhasil atau mampu menahan hawa nafsu.

“Minal Aidin wal Faizin” lebih menyimpan arti pencapaian seorang mukmin setelah berpuasa penuh dan melawan hawa nafsunya dengan beribadah kepada Tuhannya di bulan Ramadan.

SELENGKAPNYA>>>>>

Rubrik:Nasional
Sumber:Liputan6.com
PT SBA