Ini Motif Pria di Gayo Lues Tega Habisi Nyawa Wanita yang Pernah Dinikahinya, Kini Terancam Hukuman Mati

Ini Motif Pria di Gayo Lues Tega Habisi Nyawa Wanita yang Pernah Dinikahinya, Kini Terancam Hukuman Mati

BLANGKEJEREN, metropolis.id Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Gayo Lues berhasil mengungkap kasus pembunuhan wanita bernama Sawari (17) yang terjadi pada Desember 2018 silam.

Warga Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues ini ternyata dibunuh oleh mantan suaminya sendiri.

Polisi berhasil menemukan kerangka korban setelah menangkap pelaku bernama Ariska Apandi alias Gok (25), warga Desa Kute Baru, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Baca: Polres Gayo Lues Ungkap Kasus Pembunuhan Wanita yang Terjadi 2 Tahun Lalu, Pelakunya Mantan Suami

Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam, S.I.K,. M.H. didampingi Kasat Reskrim IPTU Irwansyah, SE mengatakan, tersangka ditangkap di wilayah Desa Lumut, Kabupaten Aceh Tengah oleh personel Satreskrim Polres Gayo Lues dan dibantu oleh personel Satreskrim Polres Aceh Tengah.

 Tersangka diketahui bernama Ariska Apandi alias Gok (25), warga Desa Kute Baru, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

“Kasus pembunuhan ini terjadi hari Jumat tanggal 28 Desember 2018 silam, saat itu posisi antara korban dan tersangka sudah cerai, namun masih berkomunikasi," kata Kapolres Gayo Lues AKBP Carlie Syahputra Bustamam, S.I.K,. M.H. didampingi Kasat Reskrim IPTU Irwansyah, SE, Kamis kemarin. 

Kasat Reskrim IPTU Irwansyah, SE menambahkan, pengungkapan kasus itu bermula dari laporan orang tua korban  pada bulan Juli 2020. Kemudian dilakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi-saksi.

"Dari beberapa saksi yang kita periksa, tersangkanya mengarah kepada mantan suami korban, sehingga kita datangi dia di kediamannya di Aceh Tengah, dan kita lakukan pemeriksaan. Setelah satu jam diperiksa, akhirnya ia mengaku telah membunuh mantan istrinya,” kata Irwansyah.

Kepada petugas, kata Irwansyah, tersangka mengaku membuang jasad korban ke semak-semak 300 meter dari pinggir jalan Raya Blangkejeren -Takengon tepatnya di dekat pemukiman Desa Lumut.

Tim yang langsung dipimpin Kapolres Gayo Lues langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menemukan kerangka korban dan beberapa bagian tulang yang sudah tidak utuh lagi.

“Tim Inapis Polres Gayo Lues bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Gayo Lues  mengumpulkan tulang dan pakaian yang dikenakan korban yang tersisa untuk diperiksa dan diserahkan kepada keluarga korban,” katanya.

Sementara tersangka Ariska yang kini ditetapkan sebagai tersangka mengatakan, motif pembunuhan yang dilakukannya akibat sakit hati kepada orang tua mantan istrinya yang tidak pernah menyukainya.

"Saya sakit hati kepada keluarga mantan istri saya itu, karena itu kami bercerai. Kemudian kami bertemu lagi akhir tahun 2018 setelah bercerai selama satu tahun, dan mantan saya minta ikut saya, sehingga saya bawa dia ke lokasi ini,” katanya.

Sebelum melakukan pembunuhan, kata Arika, Ia sudah merencanakannya dan membeli sebuah pisau.

“Setelah saya bunuh, jasadnya saya buang ke semak, kemudian sepeda motor jenis Supra X 125 milik korban Saya bawa lalu saya jual dengan harga Rp 7 juta, kepada warga Takengon, Aceh Tengah," akunya.

Akibat perbuatanya, tersangka dikenakan Pasal 340 jo 338 jo 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.

Tersangka dan barang bukti kini diamankan di Polres Gayo Lues guna pengusutan lebih lanjut untuk mengetahui motif lainnya.

Rubrik:Hukum