Breaking News

Ibu yang Seret Anaknya di Banda Aceh: Saya Menyesal

Ibu yang Seret Anaknya di Banda Aceh: Saya Menyesal

BANDA ACEH, METROPOLIS.id | NI (32), ibu rumah tangga yang viral di media sosial karena video menganiaya anak kandungnya sendiri mengaku menyesal.

"Saya menyesal dan meminta maaf," ujar NI, sambil menangis saat dihadirka  ke hadapan wartawan di Mapolsek Ulee Lheue, Senin (2/12/2019).

Baca: Viral di Medsos, Seorang Ibu di Banda Aceh Seret Anaknya Gegara Rusak Cabai Tetangga

Ibu  dua anak itu pun berjanji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi. "Saya sayang anak-anak saya, setiap hari saya tinggal bertiga dengan anak saya," katanya.

Kapolsek Ulee Lheue AKP Ismail dalam konferensi pers mengatakan, pelaku tidak mengetahui video dirinya saat itu beredar di media sosial.

"Mendapatkan informasi dan laporan tentang video yang beredar, kita pun melakukan penyelidikan tentang kebenaran video tersebut dan menemukan bahwa kejadian tersebut di Kecamatan Meuraxa," Ujar Ismail, Senin (2/12/2019).

Setelah berkoordinasi dengan geuchik dan camat, kata dia, polisi pun berhasil menemukan alamat pelaku dan langsung mendatangi rumah pelaku.

Kepada polisi, NI mengakui bahwa yang ada di dalam video tersebut adalah dirinya dan anak yang ada di video tersebut merupakan anak kandungnya.

"Dari pengakuan pelaku, anaknya merusak tanamana cabe milik tetangga. Mungkin karena tetangganya menegur agar anaknya tidak merusak tanaman tetangga lagi, maka terjadi lah hal tersebut," ujarnya.

Ismail mengatakan, polisi juga sedang mencari penyebar video tersebut untuk mengetahui maksud dari penyebaran video itu. 

"Pelaku saat ini akan tetap ditahan di Mapolsek Ulee Lheu dan nantinya akan berkoordinasi dengan pihak lapas untuk dititipkan."

Sementara itu Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kementrian Sosial, Qodrad mengatakan, dalam kasus ini pihak Dinas Sosial Aceh akan mendampingi anak selama proses hukum.

"Kita akan mendampingi untuk proses pemulihan trauma dan rehabilitasi sosial anak, pemenuhan kebutuhan dasar dan nutrisi," katanya.

Pihaknya, kata dia, juga akan memastika pengasuhan terbaik untuk anak dan tetap berda dalam lingkungan keluarga. "Hal ini dilakukan untuk menghindari keterpisahan anak dengan keluarga besar karena pengasuhan terbaik itu tetap lah keluarga," ujarnya.

Rubrik:Hukum