Hujan Seharian, 4 Kecamatan di Pidie Terendam Banjir

Hujan Seharian, 4 Kecamatan di Pidie Terendam Banjir

SIGLI, metropolis.id Hujan seharian membuat empat kecamatan di Kabupaten Pidie terendam banjir, Senin (18/1/2021) sekira pukul 02.30 WIB.

Demikian dikatakan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaeten Pidie, Dewan Ansari kepada metropolis.id.

"Laporan sementara, ada empat kecamatan yang dilanda banjir, yakni Kecamatan Mila, Delima, Pidie dan Padang Tiji. Kita sudah di lapangan untuk mendata kerusakan," jelasnya.

Ansari menceritakan tepat pukul 02.30 WIB air mulai menggenangi pemukiman warga. Hal itu disebabkan curah hujan yang sangat tinggi sehingga sungai Lala Kecamatan Mila dan sungai Paloh Kecamatan Padang Tiji meluap.

"Hujan sangat lebat semalaman sehingga air sungai meluap karena tidak mampu menahan debit air," paparnya.

Untuk Kecamatan Mila, kata Dewan Ansari, ada tiga desa yang dilanda banjir, yaitu Gampong Krueng Lala dengan ketinggian air berkisar 20-30 cm, Gampong Masjid Andeu dengan ketinggian air berkisar 20-30 cm dan Gampong Lhok Lubu dengan ketinggian air berkisar 20-30 cm.

"Tapi banjir sudah mulai surut, walau hujan masih terus mengguyur," ucapnya.

Selain itu, ada 12 gampong di Padang Tiji yang terendam banjir, di antaranya Gampong Pasar Paloh dengan ketinggian air 20-30 cm, Trieng Paloh, Pasar Paloh, Siron Paloh, Pante Cermin, Tuha Peudaya, Cut Paloh, Perlak Peudayah, Masjid Peudaya, Sukun, Cut Peudaya dan Gampong Tengoh Drien Gogo.

"Kantor dan rumah dinas Koramil 02/Padang Tiji juga ikut terendam air. Namun tidak ada korban jiwa dan pengungsi atas musibah ini," ungkap Ansari.

Untuk saat ini, pihak BPBD Kabupaten Pidie telah bersiaga di lokasi banjir. "Insya Allah kita berusaha bantu warga yang terdampak banjir," tutupnya.

Hal yang sama juga dikatakan Maulana Marwan, warga Gampong Peudaya Kecamatan Padang Tiji. Ia menceritakan, genangan air mulai terlihat sejak pukul 03:00 WIB.

"Sekitar pukul 04:30 WIB air sudah memasuki pemukiman warga dengan ketingginan lebih kurang selutut orang dewasa," ujarnya.

Maulana yang juga seorang aparatur Kepemudaan di Peudaya mengungkapkan musibah banjir ini sangat berdampak pada tanaman padi masyarakat.

"Di sini baru musim tanam padi, tapi sekarang padinya sudah terendam banjir," imbuhnya.

Ia berharap banjir secepatnya surut agar petani di daerah tersebut tidak mengalami gagal panen.

Rubrik:PIDIE