Breaking News

Hasil Produksi Menurun, Harga TBS di Subulussalam Mulai Membaik

Hasil Produksi Menurun, Harga TBS di Subulussalam Mulai Membaik
Petani sawit Subulussalam memindahkan TBS ke atas colt. | foto : andong maha/metropolis.id

SUBULUSSALAM, METROPOLIS.id | Harga Tandan Buah Sawit (TBS) beberapa waktu lalu terjun bebas. Namun kini harga komoditi utama masyarakat ini sudah mulai menggembirakan, pasalnya harga di tingkat petani sudah di atas Rp1.000.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit (APKASINDO) Kota Subulussalam, Subangun Berutu mengatakan, kenaikan harga TBS ini telah mempengaruhi daya beli masyarakat yang semakin meningkat.

Selama ini katanya masyarakat enggan melakukan pembelian produk pertanian dan sejenisnya lantaran harga komoditi utama masyarakat mengalami penurunan

Selain itu, Subangun juga merincikan harga TBS dari empat Perusahaan Minyak Kelapa Sawit (PMKS) yang beroperasi di Subulussalam yakni PT SSN Rp 1290/Kg, PT BSL Rp 1260/Kg, PT BDA Rp1200/Kg dan PT GSS Rp 1310/Kg

Dikatakannya, jika di PMKS harga TBS sudah diatas Rp 1.200, secara otomatis harga TBS ditingkat petani pasti sudah mencapai Rp 1.000/kg

Salah satu petani kelapa sawit, Ismail sangat senang dan berbahagia atas naiknya harga TBS, selama ini katanya, dia sempat enggan untuk memanen kebun miliknya lantaran tidak sesuai lagi antara pemasukan dengan pengeluaran.

"Alhamdulillah harga sawit mulai naik, kami bisa merawat kebun kami kembali seperti beli pupuk dan membasmi gulmanya" kata Ismail

Meningkatkannya harga TBS saat ini kata Ismail, tidak bisa dinikmati secara utuh oleh petani, lantaran saat  ini hampir semua kebun sawit masyarakat mengalami trek (penurunan hasil produksi)

"Mahal sawit kita sangat bersyukur, tp naik harga sawit ini, saat kondisi produksi sawit masyarakat sedang trek, yang biasa panen dua ton, menjadi satu ton" ungkapnya.