Harga TBS Anjlok di Subulussalam, Pemerintah Diminta Perhatikan Nasib Petani Sawit

Harga TBS Anjlok di Subulussalam, Pemerintah Diminta Perhatikan Nasib Petani Sawit

SUBULUSSALAM, metropolis.id Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit hari ini kembali mengalami penurunan, setelah beberapa waktu lalu nyaris menembus harga Rp 2.000/kg.

Anjloknya harga TBS tersebut membuat petani merasa gelisah. Turunnya harga tersebut berimbas terhadap pendapatan masyarakat khususnya petani.

Sejak September hingga Desember 2020 harga TBS terbilang stabil, yakni Rp 1875/kg-Rp 1955/kg di beberapa Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) setempat.

Sarkani salah satu petani dan pengepul tandan berduri di Subulussalam mengatakan dalam dua hari ini penurunan harga TBS terjadi dua kali.

"Tanggal 15 turun dari harga Rp 1.875 menjadi Rp 1.835. Kemudian hari ini turun lagi dari Rp 1.835 menjadi Rp 1.785/kg," keluh Sarkani kepada metropolis.id Selasa (19/1/2021).

Sepertinya kisah lama akan terulang kembali. Saat buah panen masyarakat mengalami peningkatan, harga TBS mengalami penurunan.

"Ini sama seperti tahun sebelumnya, saat panen meningkat, harga akan turun. Saat panen merosot atau buah sawit trek, harga melonjak tinggi. Sepertinya ini sudah menjadi rutinitas," terang Sarkani yang pernah menjabat kepala mukim Pasir Belo ini.

Ia dan beberapa petani sawit di Subulussalam berharap agar harga TBS tetap stabil dan selalu mengalami kenaikan.

Dia berharap pemerintah selalu memantau harga TBS agar tidak terjun bebas yang berakibat bisa menyengsarakan pendapatan petani kelapa sawit.

Selama ini, dia selalu membawa TBSnya ke PMKS yang terdapat di Subulussalam.

Hari ini dia sudah mempunyai stok sawit untuk dijual ke PMKS. Namun apa hendak dikata, harga TBS untuk hari ini sudah turun Rp 40/kg.

"Kemarin anggota saya membeli TBS dengan pedoman harga kemarin. Tadi malam dapat pesan WA, harga TBS turun dari harga Rp 1.835/kg menjadi Rp 1.795/kg nya. Bisa dikatakan, TBS dibeli dengan harga mahal kepada petani, kemudian dijual murah ke PMKS," keluh Sarkani yang sudah belasan tahun berprofesi sebagai pengepul dan petani sawit ini.

Terpisah, Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kota Subulussalam, Subangun Berutu mengatakan terjadinya penurunan harga TBS berlaku secara global karena harga CPO sejak 10 hingga 16 Januari 2021 mengalami penurunan dari level Rp 400 hingga Rp500/kg.

Kemudian, pada 17 Januari 2021 harga CPO anjlok lagi Rp 120/kg. Tentunya dengan adanya penurunan harga CPO tersebut, harga TBS juga akan mengalami penurunan.

"Penurunan harga CPO terjadi secara global, tentunya berimbas terhadap harga TBS masyarakat. Jadi, penurunan bukan hanya di Aceh," ucap Subangun.

Rubrik:Subulussalam