Gelar Kongres Bulan Februari, PAN akan Tentukan Sikap Politik Terhadap Jokowi

Gelar Kongres Bulan Februari, PAN akan Tentukan Sikap Politik Terhadap Jokowi
Kongres PAN. ©2020 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

METROPOLIS.id | Partai Amanat Nasional (PAN) menetapkan jadwal Kongres kelima partai pada 10-12 Februari 2020 di Kendari, Sulawesi Tenggara. Rapat internal menetapkan Eddy Soeparno sebagai ketua steering committee dengan sekretaris Saleh Daulay. Serta menetapkan ketua organizing committee Eko Hendro Purnomo dan sekretaris Yahdil Harahap.

"Rapat harian DPP PAN yang dilaksanakan 29 Januari mengukuhkan tanggal dan tempat kongres PAN kelima tanggal 10-12 Februari 2020 bertempat di Kendari," ujar Sekjen Eddy Soeparno di kantor DPP PAN, Jakarta, Kamis (30/1).

Sementara itu, Waketum PAN Bima Arya mengatakan Kongres merupakan momentum PAN menetapkan sikap politik terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma'ruf Amin

"Dilaksanakan beriringan di awal pemerintahan Jokowi-Ma'ruf yang tepat 100 hari, di Kongres akan membahas dan berdiskusi positioning PAN dalam konteks tata kelola politik pemerintahan," ujar Bima.

Agenda internal PAN akan melakukan konsolidasi kepala daerah, anggota dewan hingga konsolidasi menghadapi Pilkada serentak 2020. Tentunya yang tak kalah penting agenda PAN akan memilih ketua umum periode berikutnya.

"Bagaimana PAN disebut kandidat ketum, kami menikmati dan merayakan itu sebagai keindahan demokrasi di internal partai. Menunjukkan ke publik bagaimana pan mapan dalam berdemokrasi," kata Bima.

Sementara itu, pemilik suara PAN sebanyak 590. Terdiri, 34 DPW memiliki dua suara untuk ketua dan sekretaris, 514 suara Ketua DPD, tiga suara DPP untuk ketum, sekjen dan bendahara umum, dan satu majelis pertimbangan partai. Serta masing-masing satu suara untuk tiga organisasi sayap PAN.

Sekjen PAN Eddy Soeparno menegaskan, PAN tak bakal pecah meski ada dinamika Kongres. Dia mengatakan, PAN ingin menunjukkan kematangan berdemokrasi.

"Ketika kongres 4 PAN di Bali pak Zulhas menang sebagai ketum PAN dengan selisih suara 6 dan tidak ada gejolak, riak dan tidak ada pembentukan PAN KW 2 jadi PAN tetap utuh. Jadi ini yang ingin ke depankan kembali dalam kongres ke-5," tegasnya.

Rubrik:Nasional
Sumber:MERDEKA.COM