Geger! Warga Subulussalam Lihat Penampakan Dua Harimau

Geger! Warga Subulussalam Lihat Penampakan Dua Harimau
Ilustrasi Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

SUBULUSSALAM, METROPOLOS.id | Masyarakat Kampong Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, mendadak geger.

Pasalnya, ada salah satu warga setempat bernama Junaidi, melihat penampakan dua ekor harimau. Hewan dilindungi itu dilaporkan melintas di Jalan Nasional.

Baca: Buaya Muncul di Sungai Desa Padang Aceh Jaya

Junaidi kepada wartawan mengatakan, Ia bersama istri dan anaknya melihat dua ekor harimau saat dalam perjalanan dari rumahnya menuju arah Subulussalam.

"Saat melintas di Tikungan Gajah dekat SDN Singgersing Lama, dua ekor harimau langsung melompat di depan mobil kami. Istri dan anak anak langsung menjerit," kata Junaidi dan istrinya Kak Ajeng kepada METROPOLIS.id, Jumat (21/2/2020).

Dua ekor Panthera Tigris itu melintas dengan sangat cepat, sehingga membuat dia dan keluarganya kaget dan ketakutan.

"Harimaunya satu sangat besar dan satunya lagi berukuran sedang," katanya.

Saat ini katanya, dia bersama kekuarganya takut untuk kembali ke rumah, dan terpaksa singgah di rumah familinya di daerah Batu-batu.

Terpisah, Ketua Badan Permusyawaratan Kampong (BPK) Kampong setempat, Jarkasi Pinem memngatakan, dalam satu minggu ini masyarakatnya sudah di resahkan dengan penampakan harimau di sekitaran kampong mereka.

Bahkan kata Jarkasi, beberapa ternak lembu milik masyarakatnya sudah ada yang dimangsa oleh harimau tersebut.

"Saat ini kami sangat merasa khawatir akan kehadiran hewan itu, aktivitas masyarakat untuk berkebun sudah mulai terganggu akibat takut" kata Jarkasi.

Selain mengganggu aktivitas masyarakat, anak-anak mereka juga semakin takut untuk datang ke sekolah, karena tempat anak anak mereka menempuh pendidikan tidak dekat dengan pemukiman warga.

"Pihak dari dinas terkait sudah pernah turun ke desa untuk melakukan tindakan, namun kehadiran mereka belum membuahkan hasil," katanya.

Jarkasipun mendorong kepada semua unsur untuk terlibat menyelesaikan konflik antara masyarakat dengan hewan yang dilindungi ini.

"Tolonglah pemerintah bantu masyarakat dalam hal ini, jangan nanti masyarakat mengambil tindakan. Sehinga yang menjadi salah masyarakat juga," kata Jarkasi yang jufa ketua Forkap Kecamatan Sultan Daulat.

Rubrik:Subulussalam