Gayo Musara di Aceh Tenggara Adakan Pertemuan, Ini Tujuannya

Gayo Musara di Aceh Tenggara Adakan Pertemuan, Ini Tujuannya
Organisasi Gayo Musara (Gayo Bersatu) Aceh Tenggara (Agara) mengadakan silaturahmi atau temu ramah antar pengurus, di wisata Pante Barat, Kecamatan Deleng Phokhisen, Minggu (21/11/2021). 

Metropolis.id Organisasi Gayo Musara (Gayo Bersatu) Aceh Tenggara (Agara) mengadakan silaturahmi atau temu ramah antar pengurus dan anggota, di wisata Pante Barat, Kecamatan Deleng Phokhisen, Minggu (21/11/2021). 

Agenda silaturahmi organisasi Gayo Musara itu, mengumpulkan semua tokoh kesukuan suku Gayo, diantaranya, kepengurusan organisasi suku Gayo, kepala desa, tokoh adat dan tokoh muda-mudi yang terdiri dan menyebar di 68 dari 385 desa di Aceh Tenggara. 

Dalam sambutannya, Ketua Gayo Musara Agara, Umar Arpa Ruqiy mengatakan, acara perkumpulan suku Gayo, tidak ada kaitannya dengan langkah politik untuk Pilkada ataupun pemilu mendatang. 

"Acara ini, hanya berbentuk silaturahmi untuk menyatukan sikap organisasi agar tidak dapat dipecah-pecah. Tak ada langkah politik yang merongrong organisasi lain," ujarnya. 

Menurutnya, organisasi Gayo Musara perlu lebih menyatu dan bersikap dewasa dalam menghadapi tantangan era globalisasi per organisasian. 

Sementara itu, Ketua Pembina Gayo Musara Agara, Kamta Razak, dalam pidatonya mengatakan, suku Gayo di Aceh Tenggara, suku penentu kemenangan pada setiap kontestan Pilkada dan Pemilu, jadi organisasi ini perlu terus untuk dibina. 

Organisasi ini, kata dia, sudah berdiri sejak tahun 1962, mesti berusia dini, tetapi banyak kiprah yang sudah di tampilkan ke permukaan publik, tentu tidak tertinggal juga dari langkah-langkah politik. 

"Suku Gayo masih bersatu, jika perlu lebih bersatu lagi, terutama dalam sikap berpolitik untuk mengantarkan atusan perwakilan suku Gayo dapat duduk di parlemen, baik di DPRK dan DPRA," harapnya. 

Rubrik:Aceh Tenggara